Panas! AS Mulai Bersihkan Selat Hormuz Usai Negosiasi Buntu dengan Iran

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kebuntuan perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kini memasuki fase baru yang lebih berisiko. Negosiasi maraton di Islamabad berakhir deadlock karena tak ada deal terkait Selat Hormuz.

Usai negosiasi maraton di Pakistan berakhir buntu, Washington langsung menggeser fokus dari meja diplomasi ke langkah militer.

- Advertisement -

Dari laporan media internasional, kegagalan bukan sekadar soal perbedaan pendapat. Dampaknya langsung mengancam kelanjutan gencatan senjata dua minggu yang sebelumnya disepakati, membuka peluang eskalasi konflik kembali memanas.

Tak lama setelah negosiasi buntu, militer AS bergerak cepat di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia.

- Advertisement -

Komando Pusat AS menyampaikan dua kapal perang, USS Frank Peterson dan USS Michael Murphy, telah melintasi kawasan tersebut sebagai bagian dari operasi pembersihan ranjau laut.

Langkah ini disebut sebagai upaya membuka kembali jalur pelayaran internasional yang sebelumnya terganggu oleh ancaman keamanan.

Pihak militer AS menegaskan bahwa operasi ini bertujuan menciptakan jalur pelayaran yang aman bagi kapal-kapal komersial.

“Hari ini, kami memulai proses untuk membangun jalur baru dan kami akan segera membagikan jalur aman ini kepada industri maritim untuk mendorong arus perdagangan yang bebas,” kata Laksamana Brad Cooper dikutip dari laporan media internasional, pada Minggu, (12/4/2026).

Pernyataan tersebut menandakan bahwa stabilitas ekonomi global menjadi salah satu taruhan utama dalam konflik ini.

Presiden AS, Donald Trump, turut perkuat narasi militer dengan klaim tegas di media sosial.

“Kami sekarang memulai proses pembersihan Selat Hormuz,” tulis Trump.

Dia menambahkan bahwa semua 28 kapal penyebar ranjau Iran juga berada di dasar laut.

Pernyataan ini memperlihatkan eskalasi retorika yang semakin keras di tengah situasi yang belum stabil.

Dengan kegagalan diplomasi di Islamabad dan dimulainya operasi militer, masa depan gencatan senjata kini berada di titik kritis. Ketegangan berpotensi kembali meningkat, terutama jika Iran merespons langkah militer AS.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru