BOGOR, HOLOPIS.COM – Ketua Pengurus Daerah IX FKPPI DKI Jakarta, Bambang Dirgantoro menyampaikan, bahwa pihaknya sangat menyayangkan statemen bos SRMC, Saiful Mujani.
Hal ini ia sampaikan setelah mendengar viralnya statemen Saiful Mujani yang menarasikan penggulingan Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia, dalam sebuah forum halal bihalal para pengamat.
“Kami berpandangan, bahwa meskipun kebebasan berpendapat dijamin oleh Undang-Undang, kami sangat menyayangkan penggunaan diksi ‘menjatuhkan’ di luar jalur formal oleh seorang tokoh intelektual Prof Saiful Mujani,” kata Bambang dalam keterangan tertulisnya yang diterima Holopis.com, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, apa yang disampaikan oleh Saiful Mujani bisa memicu perpecahan nasional. Jika pun Saiful Mujani dan kawan-kawannya tidak sependapat dan sepemikiran dengan kepemimpinan Prabowo saat ini, tentunya bisa menggunakan forum-forum yang konstitusional.
“Narasi tersebut berpotensi memicu kegaduhan dan mengganggu stabilitas politik nasional. Pergerakan tersebut sebagai bagian dari proses demokrasi yang harus dikelola melalui dialog dan penguatan kinerja, dengan berpegang teguh pada aturan konstitusi yang berlaku,” tuturnya.
Kemudian, Bambang juga menyampaikan bahwa Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) Jakarta sangat menjunjung tinggi azas demokrasi. Namun kebebasan yang diberikan konstitusi itu harus digunakan dengan lebih bijak.
“Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto adalah hasil proses demokrasi Pemilu yang sah. Segala upaya untuk mengganti kepemimpinan nasional wajib mengikuti mekanisme konstitusional yang telah diatur dalam undang-undang,” jelas Bambang.
Ketimbang terprovokasi dan teradu domba, Bambang menyerukan kepada seluruh bangsa Indonesia, untuk fokus dalam mendukung langkap pemerintah yang sesuai dengan amanat rakyat. Kemudian bagaimana ikut membangun dan memberikan kritik dan saran yang bersifat konstruktif.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung penuh langkah pemerintah untuk tetap fokus bekerja demi kepentingan rakyat, tanpa terdistraksi oleh kegaduhan politik yang tidak produktif,” serunya.
Jika pun ada yang tidak pas atau bahkan menyimpang pada kepemimpinan nasional saat ini, Bambang mengajak masyarakat untuk menyalurkan kritik dan sarannya melalui cara-cara yang lebih arif dan bijaksana.
“Kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk menyampaikan aspirasi dan kritik melalui cara-cara yang santun, konstruktif, dan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku demi menjaga persatuan bangsa. Demokrasi dan kebebasan berpendapat tetaplah harus berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku,” papar Bambang.
Kemudian yang terakhir, ia juga mengajak seluruh elemen bangsa Indonesia untuk senantiasa menjaga stabilitas nasional di Tengah ketidakpastian global.
“Menggarisbawahi bahwa di tengah situasi politik, keamanan dan ekonomi global yang dinamis, stabilitas politik dan keamanan dalam negeri adalah modal utama pembangunan. Segala bentuk narasi yang berpotensi menciptakan kegaduhan yang tidak produktif harus dihindari, agar energi bangsa tidak habis untuk konflik internal, melainkan fokus pada penguatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.



