Viral! Benda Langit di Lampung Ternyata Bukan Komet, Ini Fakta Sebenarnya

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Fenomena cahaya misterius yang melintas di langit Lampung sempat menghebohkan warga dan viral di media sosial. Banyak yang mengira objek tersebut adalah komet yang jatuh ke Bumi.

Namun, penjelasan ilmiah justru mengarah pada hal berbeda. Kepala Observatorium Astronomi ITERA Lampung, Annisa Novia Indra Putri, menjelaskan objek tersebut kemungkinan besar bukan benda alami seperti komet.

- Advertisement -

“Fenomena langit yang menghebohkan masyarakat itu bukan komet, kemungkinan hal itu sampah antariksa,” kata Annisa kepada awak media, Minggu, (5/4/2026).

Menurut analisis awal, objek bercahaya dengan ekor tersebut memiliki pola gerak dan lintasan yang tak sesuai dengan karakteristik komet.

- Advertisement -

“Bahkan dari pecahan yang ada di video tersebut itu bukan ciri-ciri dari komet,” jelas Annisa yang juga Kepala Pusat Observatorium Astronomi pada Institut Teknologi Sumatera itu.

Dijelaskan Annisa, komet umumnya memiliki lintasan stabil. Pun, komen juga tidak pecah menjadi bagian-bagian seperti yang terlihat dalam video yang beredar.

Lebih lanjut, Annisa mengungkapkan kemungkinan paling kuat adalah objek tersebut merupakan sampah antariksa. Dugaan dia, objek itu bagian dari roket milik China yang kembali memasuki atmosfer Bumi.

“Namun begitu, benda langit tersebut tidak bahaya karena benda jatuh yang turun ke bumi sudah berinteraksi dengan atmosfer dan terbakar. Biasanya hanya sisa-sisa saja yang sampai ke permukaan bumi,” kata dia.

Meski terlihat dramatis, fenomena ini tidak menimbulkan ancaman serius bagi masyarakat.

Annisa juga mengungkapkan bahwa memang ada komet asli yang sedang melintas di tata surya, yaitu C/2026 A1 (MAPS).

Menurut dia, komet itu termasuk jenis “sungrazer” yang melintas sangat dekat dengan Matahari, dengan jarak sekitar 0,02 satuan astronomi.

“Komet ini bernama C/2026 A1 (MAPS). Komet ini merupakan komet pelintas dekat Matahari atau sungrazer. Jika komet ini selamat dari perihelion maka MAPS akan tampak di rasi Cetus dan menjadi objek yang hien diamati dengan mata tonna alat ID,” jelas Annisa.

Namun, kemunculan komet ini berbeda waktu dan karakteristiknya tidak sama dengan fenomena yang terlihat di langit Lampung.

Sebelumnya, video objek yang dikira komet membuat heboh media sosial. Ada netizen yang mengira benda itu adalah rudal Iran yang menyasar ke wilayag Lampung.

Ada netizen lain juga was was berharap benda mirip komet itu bukan benda yang membahayakan.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru