Viral! Proyek IT BGN Rp1,2 Triliun Disorot, Konten Kreator Sebut Angkanya Kelewatan dan Janggal

0 Shares

HOLOPIS.COM, JakartaProyek IT BGN Rp1,2 triliun viral disorot, konten kreator sebut anggarannya terlalu mahal, janggal, dan memicu tanda tanya publik luas.

Proyek teknologi milik Badan Gizi Nasional (BGN) tengah ramai diperbincangkan publik setelah nilai anggarannya disebut mencapai sekitar Rp1,2 triliun.

- Advertisement -

Dari total tersebut, sekitar Rp550 miliar dialokasikan khusus untuk pengembangan aplikasi Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN), ditambah ratusan miliar lainnya untuk perangkat dan layanan teknologi seperti IoT (Internet of Things).

Besarnya angka tersebut langsung memicu kritik dan tanda tanya dari berbagai pihak, terutama di media sosial.

- Advertisement -

Salah satu yang ikut menyoroti adalah konten kreator teknologi sekaligus engineer, Fuadit Muhammad, yang menilai nilai proyek tersebut tidak sebanding dengan kebutuhan teknis di lapangan.

Menurut Fuadit, pembangunan sistem aplikasi seperti SIPGN pada dasarnya tidak memerlukan biaya sebesar itu.

Ia menyebut, secara umum sistem digital serupa bisa dikembangkan dengan sumber daya yang jauh lebih sedikit jika perencanaan dan eksekusinya tepat.

“Kalau dilihat dari sisi teknis, angkanya terlalu tinggi. Sistem seperti ini sebenarnya bisa dibangun dengan tim kecil dan biaya yang jauh lebih efisien,” ujarnya dalam pernyataan yang ramai dibagikan warganet.

Ia juga menyinggung bahwa dengan dana sebesar itu, proyek tersebut bahkan bisa melibatkan banyak tenaga ahli teknologi dari berbagai negara dalam jangka waktu panjang.

Hal ini semakin memperkuat anggapan publik bahwa anggaran yang diajukan terlalu besar untuk sebuah sistem informasi.

Kritik semakin meluas setelah muncul informasi bahwa selain anggaran aplikasi SIPGN, terdapat juga pos lain sekitar Rp199 miliar yang dialokasikan untuk layanan managed service dan perangkat Internet of Things (IoT).

Jika digabungkan, total nilai proyek teknologi BGN disebut mencapai sekitar Rp1,2 triliun.

Kondisi ini membuat publik mempertanyakan rincian penggunaan dana secara lebih detail.

Banyak yang ingin mengetahui apakah biaya tersebut benar-benar mencerminkan kebutuhan pengembangan sistem, atau terdapat komponen yang dinilai tidak proporsional.

Fuadit menegaskan, dalam proyek teknologi berskala besar, transparansi menjadi hal penting agar tidak menimbulkan kecurigaan publik.

Ia meminta agar pemerintah atau pihak terkait menjelaskan secara terbuka rincian anggaran tersebut.

“Yang dibutuhkan masyarakat itu kejelasan. Dana sebesar ini harus bisa dijelaskan secara rinci, dipakai untuk apa saja dan bagaimana prosesnya,” tambahnya.

Hingga saat ini, sorotan terhadap proyek IT BGN masih terus berkembang di ruang digital.

Warganet ikut membandingkan angka tersebut dengan proyek teknologi lain yang dinilai jauh lebih murah namun tetap berfungsi baik.

Di sisi lain, Badan Gizi Nasional belum memberikan penjelasan rinci terkait struktur lengkap anggaran proyek SIPGN tersebut.

Meski begitu, program ini diketahui merupakan bagian dari upaya digitalisasi sistem pemenuhan gizi nasional agar data dan distribusi bantuan lebih terintegrasi.

Namun, besarnya angka anggaran membuat proyek ini kini menjadi bahan diskusi publik yang luas.

Banyak pihak menilai perlu ada audit dan penjelasan lebih transparan agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.

Isu ini diperkirakan masih akan terus menjadi perhatian, seiring meningkatnya sorotan masyarakat terhadap penggunaan anggaran negara di sektor teknologi.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru