HOLOPIS.COM, JAKARTA – Selamat Hari Paskah Sobat Holopis! Perayaan Paskah di berbagai belahan dunia tidak selalu identik lewat telur cokelat atau dekorasi bernuansa pastel. Di sejumlah negara, momen ini justru dirayakan lewat tradisi yang unik, bahkan terasa tidak biasa bagi sebagian orang.
Setiap budaya menghadirkan cara tersendiri dalam merayakan Paskah. Ada yang penuh keceriaan di ruang publik, ada juga yang terasa lebih tenang dan reflektif. Ragam tradisi ini menunjukkan bagaimana perayaan keagamaan dapat berkembang menjadi ekspresi budaya yang beragam.
Ini dia beberapa perayaan paskah yang unik di beberapa negara di dunia.
1. Polandia: Saling Siram Air
Di Polandia, ada tradisi yang dikenal sebagai Śmigus-Dyngus, yang berlangsung pada hari Senin setelah Paskah. Pada hari tersebut, masyarakat akan saling menyiram air, baik di lingkungan keluarga maupun di ruang publik.
Awalnya, tradisi ini memiliki makna simbolis sebagai bentuk penyucian diri dan harapan akan keberuntungan. Seiring waktu, praktik ini berkembang menjadi perayaan yang lebih santai dan penuh canda. Anak muda biasanya paling antusias, karena suasananya sering berubah menjadi ajang seru-seruan bersama teman.
2. Norwegia: Paskah dan Cerita Misteri
Di Norwegia, suasana Paskah justru identik dengan cerita kriminal atau misteri. Tradisi ini dikenal luas sebagai Påskekrim, dan sudah menjadi bagian dari budaya populer setempat.
Selama libur Paskah, masyarakat akan mengisi waktu lewat membaca novel detektif, menonton serial kriminal, hingga mengikuti teka-teki misteri di media. Bahkan, beberapa penerbit dan stasiun televisi secara khusus merilis konten bertema kriminal menjelang Paskah, karena tingginya minat masyarakat.
3. Swedia: Anak-anak Jadi Penyihir
Di Swedia, Paskah dirayakan lewat tradisi yang melibatkan anak-anak, yaitu berdandan seperti penyihir. Tradisi ini dikenal sebagai Påskkärringar, dan sudah berlangsung sejak lama.
Anak-anak mengenakan kostum sederhana, membawa sapu dan keranjang kecil, lalu berkeliling ke rumah warga. Mereka biasanya memberikan gambar atau kartu buatan sendiri, lalu menerima permen sebagai balasan. Tradisi ini sering dianggap mirip Halloween, namun hadir dalam suasana yang lebih ringan dan ramah keluarga.
4. Yunani: Adu Telur Merah
Di Yunani, telur berwarna merah menjadi simbol penting dalam perayaan Paskah. Tradisi ini dikenal sebagai Tsougrisma dan dilakukan dalam suasana kebersamaan.
Permainan dilakukan lewat saling mengetukkan telur satu sama lain. Setiap orang mencoba mempertahankan telur agar tidak pecah. Masyarakat setempat percaya bahwa orang yang telurnya tetap utuh akan mendapatkan keberuntungan sepanjang tahun, sehingga permainan ini selalu diikuti dengan penuh antusias.
5. Finlandia: Kostum dan Api Unggun
Finlandia memiliki tradisi Paskah yang memadukan unsur ceria dan kepercayaan lama. Anak-anak akan berdandan seperti penyihir, mirip tradisi di Swedia, lalu berkeliling untuk meminta permen.
Selain itu, masyarakat juga menyalakan api unggun di ruang terbuka. Api ini dipercaya mampu mengusir roh jahat yang menurut kepercayaan lama muncul saat pergantian musim. Perayaan ini menciptakan suasana yang unik, karena menghadirkan unsur mistis sekaligus kebersamaan keluarga.
Sekadar informasi, Paskah merupakan salah satu perayaan penting bagi umat Kristiani yang memperingati kebangkitan Yesus Kristus. Namun di berbagai negara, tradisi yang berkembang di sekitarnya menunjukkan bahwa perayaan ini tidak hanya bersifat religius, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya yang terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi.

