HOLOPIS.COM, JAKARTA – Setiap tanggal 19 April, masyarakat Indonesia memperingati Hari Hansip sebagai bentuk penghargaan terhadap peran penting satuan pertahanan sipil dalam menjaga keamanan lingkungan.
Meski kini lebih dikenal sebagai Perlindungan Masyarakat (Linmas), sejarah Hansip ternyata sudah dimulai jauh sebelum Indonesia merdeka.
Berawal dari Masa Kolonial Belanda
Cikal bakal Hansip muncul pada era penjajahan Belanda dengan nama Lucht Bescherming Dients (LBD).
Saat itu, tugas utama mereka adalah memberikan informasi darurat kepada pemerintah kolonial serta melindungi warga dari ancaman serangan udara.
Struktur organisasi LBD pun sudah cukup rapi, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, dan berada di bawah kendali pemerintah sipil Belanda.
Berubah di Masa Pendudukan Jepang
Memasuki tahun 1943, ketika Jepang mengambil alih kekuasaan, LBD kemudian diubah menjadi Pertahanan Sipil.
Di masa ini, fungsi organisasi bergeser menjadi lebih militeristik, termasuk pengerahan warga untuk mendukung kepentingan perang Jepang.
Perubahan inilah yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya Hansip seperti yang dikenal masyarakat Indonesia.
Resmi Diakui Tahun 1962
Setelah Indonesia merdeka pada 1945, keberadaan Hansip tetap dipertahankan meski belum memiliki dasar hukum yang kuat.
Hingga akhirnya pada 19 April 1962, pemerintah resmi menetapkan Hansip melalui regulasi pertahanan dan keamanan nasional.
Tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai Hari Hansip, menandai pengakuan resmi negara terhadap peran mereka dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.
Seiring perkembangan zaman, istilah Hansip mulai diganti menjadi Linmas sejak tahun 2002.
Meski nama berubah, tugas utamanya tetap sama, yakni membantu menjaga keamanan lingkungan, termasuk saat terjadi bencana maupun konflik sosial.
Hari Hansip menjadi momentum penting untuk mengingat jasa para anggota pertahanan sipil yang selama puluhan tahun telah menjadi garda terdepan di tengah masyarakat.
Keberadaan Linmas hingga kini masih sangat relevan, terutama dalam mendukung sistem keamanan berbasis masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

