Markas Kontingen Indonesia di Lebanon Jadi Sasaran Tembakan, Ada Laporan Korban Luka

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Markas pasukan Indonesia yang tergabung dalam misi perdamaian PBB di Lebanon dilaporkan menjadi sasaran tembakan artileri Israel. Insiden tersebut terjadi di Desa Adshit al-Qusayr, wilayah Lebanon selatan, pada Minggu (29/3). Informasi ini disampaikan oleh kantor berita resmi Lebanon, National News Agency (NNA), serta sejumlah laporan media setempat. Serangan tersebut menambah ketegangan di kawasan yang memang tengah memanas.

Berdasarkan laporan awal, terdapat personel UNIFIL yang mengalami luka akibat insiden tersebut. Helikopter milik UNIFIL juga terlihat dikerahkan menuju lokasi untuk penanganan lebih lanjut.

- Advertisement -

Peristiwa ini terjadi di tengah situasi yang belum kondusif di perbatasan Lebanon dan Israel. Kontak senjata antara kedua pihak dilaporkan masih berlangsung dan memicu kekhawatiran akan eskalasi yang lebih luas.

Hingga saat ini, pihak UNIFIL belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan yang menyasar markas kontingen Indonesia tersebut.

- Advertisement -

Sebelumnya, sangan udara Israel kembali menuai kecaman setelah menewaskan sejumlah jurnalis di Lebanon selatan. Insiden terjadi pada Sabtu (28/3) siang waktu setempat, saat sebuah mobil yang membawa empat orang dihantam serangan di wilayah Jezzine. Seluruh penumpang dalam kendaraan tersebut dilaporkan meninggal dunia. Tiga di antaranya merupakan jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan.

Korban diidentifikasi sebagai koresponden Al-Manar, Ali Shoaib, reporter Al-Mayadeen, Fatima Ftouni, serta juru kamera Mohammad Ftouni. Satu orang lainnya juga turut menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Kematian para jurnalis ini memicu reaksi keras dari kalangan media. Jurnalis Al-Mayadeen, Jamal Al Gharby, menyampaikan kritik tajam atas insiden tersebut.

“Semua perjanjian, semua hukum hak asasi manusia, dan prinsip-prinsip kebebasan pers runtuh di hadapan tragedi ini. Lihatlah ini, insiden ini berbicara dengan sendirinya. Tidak ada perisai maupun helm yang mampu melindungi kita. Ini adalah realitas baru yang mengungkapkan sifat sejati dari entitas rasis tersebut. Entitas itu tidak mengampuni siapa pun, baik warga sipil maupun jurnalis,” demikian disampaikan Jamal.

Presiden Lebanon, Joseph Aoun, turut mengecam keras serangan tersebut. Ia menyebut tindakan itu sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru