HOLOPIS.COM, MAKASSAR – Kasus dugaan perselingkuhan dua karyawan di sebuah perusahaan ekspedisi di Makassar heboh di media sosial.
Pasalnya dugaan hubungan terlarang itu melibatkan pria beristri dengan empat anak dan seorang wanita bercadar yang juga telah berkeluarga.
Peristiwa ini diketahui khalayak banyak setelah video dan kesaksian beredar luas, di media sosial Instagram.
Dalam rekaman terlihat konflik memuncak saat istri sah memergoki keduanya dan menjambak wanita yang diduga menjadi selingkuhan suaminya.
Keterangan dari pihak keluarga menguatkan dugaan tersebut. Istri pelaku pria mengaku awalnya tidak menaruh curiga karena keduanya sama-sama telah berumah tangga.
Namun belakangan, ia menemukan indikasi hubungan yang melampaui batas profesional.
“Awalnya saya tidak curiga karena mereka berdua masing-masing sudah menikah dan punya anak. Tapi ternyata mereka malah berpacaran di tempat kerja,” ujar istri pelaku yang enggan disebutkan namanya.
Informasi yang dihimpun menyebut, hubungan tersebut diduga berlangsung di lingkungan kantor dengan memanfaatkan ruang kerja yang tidak dilengkapi kamera pengawas CCTV.
Seorang saksi bahkan mengaku pernah memergoki keduanya berada di ruangan gelap saat jam kerja.
Tak hanya di kantor, hubungan itu disebut berlanjut di luar, dengan dugaan penyewaan apartemen sebagai tempat pertemuan rutin selama satu bulan terakhir.
Dugaan ini masih menjadi bagian dari penelusuran lebih lanjut oleh pihak keluarga, karena tersebar chat WhatsApp berisi ajakan berbuat mesum.
Kasus ini kini berbuntut panjang. Keluarga istri terduga pelaku meminta manajemen perusahaan mengambil langkah tegas terhadap kedua karyawan tersebut.
Mereka menilai tindakan itu tidak hanya merusak rumah tangga, tetapi juga mencoreng etika profesional di tempat kerja.
Hingga kini, pihak perusahaan ekspedisi yang dimaksud belum memberikan keterangan resmi.
Sementara itu, publik menunggu kejelasan sikap manajemen atas dugaan pelanggaran yang telah menjadi sorotan luas.
Kasus ini membuat masyarakat khususnya di Sulawesi Selatan geram. Karena pelaku perempuan dalam kasus ini memakai cadar dan telah menikah.

