HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengecam meningkatnya serangan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki. Pernyataan tersebut disampaikan melalui juru bicara PBB, Stephane Dujarric, pada Senin (23/3). Menurut Dujarric, serangan yang terjadi hampir setiap hari menunjukkan eskalasi situasi yang semakin mengkhawatirkan.
“Serangan yang terjadi hampir setiap hari oleh pemukim Israel ini semakin parah, mengakibatkan korban jiwa, luka-luka, kerusakan properti yang signifikan, dan bahkan terkadang memaksa seluruh komunitas mengungsi,” kata Dujarric dalam taklimat harian, dikutip Holopis.com, Selasa (24/3).
Ia menegaskan bahwa keberadaan permukiman Israel di wilayah tersebut tidak memiliki dasar hukum dan bertentangan dengan ketentuan internasional yang berlaku.
“Permukiman Israel dan infrastruktur terkait tidak memiliki keabsahan hukum dan merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, termasuk resolusi PBB yang berlaku,” ujarnya.
PBB juga menyerukan agar ketegangan di kawasan tersebut segera diredakan serta meminta penghentian segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil dan properti mereka.
Selain itu, Guterres melalui juru bicaranya mendesak pemerintah Israel untuk mengambil langkah konkret guna memperbaiki situasi yang terus memburuk.
“Dia mendesak Pemerintah Israel untuk melaksanakan langkah-langkah konkret guna membalikkan arah perkembangan situasi saat ini di Tepi Barat yang diduduki. Otoritas Israel memikul tanggung jawab untuk melindungi penduduk Palestina, mengakhiri kekebalan hukum, dan menuntut pertanggungjawaban pihak-pihak yang bertanggung jawab,” ujar Dujarric.


