Iron Dome Jebol Terus Tak Berkutik, Rudal Canggih Iran Sikat Fasilitas Nuklir Israel

3 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Eskalasi konflik IranIsrael memasuki fase paling mengkhawatirkan setelah serangan rudal balistik Iran berhasil sering menembus sistem pertahanan udara Israel, Iron Dome. Rudal Iran yang terbaru menyasar wilayah selatan Israel.

Serangan yang terjadi pada Sabtu malam itu menyasar kota Arad dan Dimona. Dua wilayah itu merupakan kawasan yang berada dekat pusat penelitian nuklir utama Israel di Gurun Negev. Dampaknya langsung terasa yakni sekitar 100 orang dilaporkan terluka, termasuk anak-anak.

Dari laporan The Guadian, di antara korban, seorang anak laki-laki berusia 12 tahun dan anak perempuan berusia lima tahun dilaporkan dalam kondisi serius.

Otoritas medis mencatat, sedikitnya 27 korban berasal dari Dimona, sementara Arad mencatat 68 korban, dengan 10 di antaranya dalam kondisi kritis.

Rumah sakit Soroka Medical Center di Beersheba bahkan menetapkan status insiden korban massal. Hal itu seiring banyaknya korban yang berdatangan dari beberapa titik serangan.

Serangan ini menjadi sorotan tajam Israel karena setidaknya dua rudal gagal dicegat Iron Dome. Salah satu rudal dilaporkan membawa hulu ledak konvensional besar dan menghantam area permukiman.

- Advertisement -

Kondisi itu menyebabkan kerusakan struktural serius serta kebakaran di sejumlah bangunan. Beberapa korban bahkan diduga masih terjebak di bawah reruntuhan.

Kepala eksekutif Magen David Adom (MDA) atau perhimpunan bantuan pelayanan nasional Israel, Eli Bin, menyebut situasi di lapangan sebagai darurat besar. “Peristiwa yang sangat besar,” kata Eli dikutip dari The Guardian, Minggu, (22/3/2026).

Dia mengaku khawatir karena diduga masih ada korban yang belum ditemukan di bangunan yang rusak.

Militer Israel langsung membuka penyelidikan atas kegagalan intersepsi tersebut. Juru bicara militer, Effie Defrin, mengakui sistem pertahanan Iron Dome aktif namun tidak berhasil menghentikan rudal.

Dia pun berdalih serangan rudal Iran bukan jenis amunisi khusus. Tapi, kata dia, militer Israel akan belajar dari insiden itu.

“Sistem pertahanan udara beroperasi tetapi tidak mencegat rudal. Kami akan menyelidiki insiden tersebut dan belajar darinya. Ini bukan jenis amunisi khusus atau asing,” demikian pernyataan Defrin.

Serangan Iran sebagai reaksi balasan setelah fasilitas nuklirnya di Natanz sebelumnya diserang. Iran berjanji akan terus melancarkan serangan bertubi-tubi ke wilayah Israel sebagai tindakan balasan.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU