HOLOPIS.COM, JAKARTA – Harga bahan bakar di Selandia Baru mengalami penurunan pada Mei 2026 setelah sempat meningkat selama dua bulan berturut-turut. Namun di sisi lain, harga pangan di negara tersebut masih menunjukkan tren kenaikan.
Data resmi yang dirilis Stats NZ pada Selasa (16/6) menunjukkan harga bensin turun 3,8 persen pada Mei dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, harga solar mencatat penurunan yang lebih tajam, yakni 11,4 persen.
Dikutip Holopis.com, Rabu (17/6), Juru Bicara harga dan deflator Stats NZ, Nicola Growden, mengatakan penurunan tersebut terjadi setelah harga bahan bakar mengalami kenaikan pada Maret dan April lalu.
Meski turun secara bulanan, harga bahan bakar masih jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dalam 12 bulan hingga Mei, harga bensin tercatat naik 28,7 persen, sedangkan harga solar melonjak hingga 76,8 persen.
Selain bahan bakar, tarif penerbangan juga mengalami penurunan pada Mei. Harga tiket penerbangan domestik turun 11,4 persen, sementara tarif penerbangan internasional berkurang 5,5 persen.
Menurut Growden, penurunan tersebut sejalan dengan pola musiman yang biasanya terjadi pada periode tersebut. Namun secara tahunan, harga tiket pesawat masih lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, dengan kenaikan 2,8 persen untuk penerbangan domestik dan 8,2 persen untuk penerbangan internasional.
Di tengah turunnya harga energi dan transportasi, harga pangan justru terus mengalami kenaikan. Secara bulanan, harga pangan naik 1 persen pada Mei.
Kenaikan ini terutama dipicu oleh meningkatnya harga kebutuhan pokok sehari-hari, buah-buahan, dan sayuran. Data Stats NZ menunjukkan harga susu kemasan dua liter menjadi salah satu penyumbang terbesar kenaikan, bersama dengan harga daging paha domba, paprika, dan mentega.
Dalam periode 12 bulan hingga Mei, harga pangan di Selandia Baru naik 3,2 persen. Kelompok daging, unggas, dan ikan mencatat kenaikan tertinggi, disusul harga makanan restoran serta makanan siap saji.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun masyarakat mulai mendapatkan sedikit keringanan dari turunnya harga bahan bakar dan tiket pesawat, tekanan biaya hidup akibat kenaikan harga pangan masih menjadi tantangan bagi banyak rumah tangga di Selandia Baru.


