HOLOPIS.COM, JAKARTA – Klub Como 1907 sedang dalam keadaan berduka atas wafatnya sang pemilik klub Michael Bambang Harono. Ucapan duka cita mendalam pun turut disampaikan pihak klub.
Dalam unggahannya secara resmi di media sosial klub, Como 1907 mengaku bangga dan bersyukur dimiliki Bambang Hartono hingga saat ini.
“Como 1907 sangat berduka atas meninggalnya Michael Bambang Hartono. Kami menyampaikan belasungkawa tulus kami kepada keluarga Hartono dan seluruh jajaran Djarum Group,” tulis pernyataan Como 1907, seperti dikutip Holopis.com.
“Di bawah kepemimpinan Bambang Hartono beserta keluarga, klub telah memasuki babak baru dalam sejarahnya, dan kami mengenangnya dengan rasa terima kasih dan hormat,” lanjut pernyataan.
Como 1907 is deeply saddened by the passing of Michael Bambang Hartono.
We extend our sincere condolences to the Hartono family and to all at the Djarum Group.
Under the family’s leadership, the Club has entered a new chapter in its history, and we remember him with gratitude… pic.twitter.com/o9YGHm7qiu
— Como1907 (@Como_1907) March 19, 2026
Seperti yang telah diketahui bersama, pemilik Djarum Group Michael Bambang Hartono meninggal dunia pada Kamis (19/3/2026) di Singapura saat menjalankan perawatan.
Kabar duka ini pun dikonfirmasi oleh Corporate Communications Manager PT Djarum, Budi Darmawan.
“Kami seluruh keluarga besar PT Djarum berduka cita atas wafatnya Pak Michael Bambang Hartono, Kamis 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu Singapura,” katanya kepada wartawan, dikutip Holopis.com, Kamis (19/3/2026).
Kepergian Bambang Hartono menandai berakhirnya salah satu bab penting dalam sejarah konglomerasi Indonesia. Bersama sang adik, Robert Budi Hartono, ia melanjutkan bisnis keluarga yang diwariskan oleh ayah mereka, Oei Wie Gwan, sejak 1963.
Di bawah kepemimpinan keduanya, Djarum Group berkembang pesat, termasuk melalui investasi strategis di sektor perbankan lewat Bank Central Asia (BCA). Kinerja gemilang BCA turut mengantarkan Bambang dan Robert Hartono menjadi orang terkaya di Indonesia selama beberapa tahun.
Lalu pada 2019, Djarum Group resmi mengakuisisi Como 1907 yang kala itu tengah terpuruk di Serie D.
Di bawah kepemimpinan Djarum Group, Como 1908 menjelma jadi salah satu klub yang diperhitungkan. Sebab perlahan naik tahta, hingga masuk ke Serie A dan kini berstatus sebagai kuda hitam.
Menariknya lagi adalah, Como 1907 kini nyaris menorehkan sejarah baru karena berpeluang lolos ke Liga Champions. Jika hal itu terjadi, maka sejarah besar sepakbola Italia akan terukir melalui tangan dingin sang pengusaha Bambang Hartono dan keluarga.
Tak sampai itu saja, hadirnya pengusaha nomor pertama Indonesia tersebut tak hanya membantu sepakbola setempat, namun juga turut membangun potensi wilayahnya sebagai sport tourisme.
Sebagai informasi tambahan, Bambang Hartono dan Robert Hartono sendiri dicap sebagai pemilik klub terkaya di Liga Italia saat ini.
Laporan dari Forbes pada 2022 mencatatkan bahwa Hartono Brothers tersebut bisa meraup sebesar 4 juta Euro per jamnya.


