MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak --:--
Subuh --:--
Dzuhur --:--
Ashar --:--
Maghrib --:--
Isya --:--

Panduan Sunnah : Tips Persiapan Sebelum Shalat Ied Ala Rasulullah SAW
P

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Puncak dari kegembiraan Idul Fitri adalah pelaksanaan Shalat Ied berjamaah. Di pagi hari yang fitri pada tahun 2026 ini, tentu kita ingin ibadah kita tidak hanya sekadar ritual tahunan, tetapi menjadi amal yang sempurna dan diterima di sisi Allah SWT.

Rasulullah SAW telah memberikan keteladanan melalui berbagai sunnah yang jika kita kerjakan, akan menambah keberkahan dan pahala di hari raya. Mempersiapkan diri dengan baik sebelum berangkat ke tanah lapang atau masjid bukan hanya soal penampilan fisik, melainkan juga penataan niat dan pembersihan jiwa setelah sebulan penuh berpuasa.

- Advertisement -

Berikut adalah panduan lengkap persiapan dan sunnah-sunnah sebelum Shalat Ied yang disarikan dari hadis-hadis sahih.

1. Mandi Sebelum Berangkat
Disunnahkan untuk mandi besar sebelum berangkat Shalat Ied. Hal ini bertujuan agar tubuh dalam keadaan bersih dan segar saat berkumpul dengan sesama Muslim. Praktik ini telah dilakukan oleh para sahabat, salah satunya Abdullah bin Umar RA.

- Advertisement -

Waktunya dimulai sejak masuk waktu Subuh. Mandi ini diniatkan untuk menyambut hari raya Idul Fitri yang mulia.

2. Berhias dan Mengenakan Pakaian Terbaik
Islam sangat mencintai keindahan. Di hari Idul Fitri 2026, disunnahkan bagi laki-laki untuk memakai wangi-wangian dan mengenakan pakaian terbaik yang dimiliki.

Pakaian terbaik tidak harus baru atau mahal, yang terpenting adalah bersih, suci, dan rapi sesuai dengan syariat. Hal ini berdasarkan hadis dari Jabir RA:

كَانَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جُبَّةٌ يَلْبَسُهَا لِلْعِيدَيْنِ وَيَوْمِ الْجُمُعَةِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki jubah khusus yang beliau gunakan untuk dua hari raya dan hari Jumat.” (HR. Ibnu Khuzaimah).

3. Makan Sebelum Berangkat (Khusus Idul Fitri)
Berbeda dengan Idul Adha, pada Idul Fitri kita disunnahkan untuk makan terlebih dahulu sebelum berangkat Shalat Ied. Ini merupakan simbol bahwa hari tersebut adalah hari diharamkannya puasa. Rasulullah SAW biasanya memakan beberapa butir kurma dalam jumlah ganjil.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ تَمَرَاتٍ … وَيَأْكُلُهُنَّ وِتْرًا

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berangkat pada hari Idul Fitri hingga beliau memakan beberapa butir kurma… dan beliau memakannya dalam jumlah ganjil.” (HR. Bukhari no. 953).

4. Mengumandangkan Takbir
Sejak terbenamnya matahari di akhir Ramadhan hingga imam berdiri untuk Shalat Ied, disunnahkan untuk memperbanyak takbir sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT atas petunjuk-Nya.

Di tahun 2026, kita bisa menggemakan takbir di rumah, di perjalanan, maupun saat menunggu shalat dimulai di masjid/lapangan.

5. Berjalan Kaki dan Menempuh Jalan Berbeda
Jika memungkinkan, berjalan kaki menuju tempat shalat lebih utama daripada berkendara. Selain itu, terdapat sunnah unik yaitu mengambil jalan yang berbeda saat berangkat dan saat pulang. Tujuannya adalah untuk mensyiarkan Islam dan menyapa lebih banyak orang (bersilaturahmi) di sepanjang jalan.

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila hari raya, beliau menempuh jalan yang berbeda (saat pergi dan pulang).” (HR. Bukhari no. 986).

6. Melaksanakan Shalat di Tanah Lapang
Sunnah Rasulullah SAW adalah melaksanakan Shalat Ied di tanah lapang (Musholla), kecuali jika ada udzur seperti hujan lebat atau kendala teknis lainnya. Hal ini dilakukan agar dapat menampung jamaah dalam jumlah besar, termasuk wanita yang sedang haid (yang ikut mendengarkan khutbah namun tidak shalat) agar semua merasakan kegembiraan Idul Fitri.

7. Saling Mengucapkan Selamat (Tahni’ah)
Para sahabat Nabi biasa saling mengucapkan selamat saat bertemu di hari raya dengan ucapan:
“Taqabbalallahu minna wa minkum” (Semoga Allah menerima amal kami dan amal kalian). Ucapan ini mengandung doa yang tulus agar perjuangan selama Ramadhan membuahkan hasil di sisi-Nya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru