Partisipasi Indonesia di ITB Berlin Tembus Potensi Devisa Rp16,8 Triliun

0 Shares

HOLOPIS.COM, BERLIN – Strategi “Quality Tourism” yang diusung Indonesia dalam ajang bursa pariwisata terbesar dunia, ITB Berlin 2026, bukan sekadar pameran budaya. Di balik dekorasi Payung Geulis Tasikmalaya dan balutan Wastra Nusantara yang estetik, tersimpan mesin ekonomi yang bekerja kencang Indonesia berhasil mengamankan potensi devisa sebesar Rp16,89 triliun.

Angka fantastis ini menandai lonjakan signifikan sebesar 24,2% dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di angka Rp13,6 triliun. Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor pariwisata kembali menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional yang sangat optimis.

Keberhasilan ini tidak diraih secara instan di lantai pameran Messe Berlin saja. Kemenpar menerapkan strategi “penjemputan bola” melalui rangkaian sales mission yang dimulai sejak tahap pre-event di Amsterdam, Düsseldorf, dan Stuttgart.

Kegiatan tersebut berhasil menjaring 63.519 calon wisatawan dengan potensi devisa mencapai Rp1,98 triliun. Kesuksesan ini berlanjut pada main event ITB Berlin yang mencatatkan potensi transaksi luar biasa dari 479.434 wisatawan dengan nilai setara Rp14,91 triliun.

Secara agregat, partisipasi Indonesia kali ini diproyeksikan mampu mendatangkan total 542.953 wisatawan potensial yang siap mengalirkan dana segar sebesar Rp16,89 triliun ke kantong devisa negara.

Tema #GoBeyondOrdinary yang menekankan pada Quality Tourism terbukti efektif menarik perhatian buyers kelas atas. Fokus pada pariwisata berkelanjutan, inklusivitas, dan pengalaman gastronomi serta wellness membuat profil wisatawan yang terjaring cenderung memiliki daya beli (spending power) yang lebih tinggi.

- Advertisement -

Data menunjukkan bahwa dominasi pasar masih dipegang oleh Eropa sebesar 88,38%, disusul Asia (10,29%), dan Amerika (2,73%). Karakteristik wisatawan Eropa yang menyukai durasi tinggal (length of stay) lebih lama menjadi faktor kunci tingginya nilai devisa yang dihasilkan.

Paviliun Indonesia seluas 441 meter persegi di Hall 26A menjadi medan tempur bagi 93 pelaku industri dari 11 provinsi. Mulai dari penyedia akomodasi, operator tur, hingga desa wisata, semuanya bahu-membahu menjual “pengalaman” bukan sekadar tiket perjalanan.

Menteri Pariwisata Widiyanti, dalam pembukaan paviliun, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor ini. Efek domino ekonomi dari transaksi ini diharapkan tidak hanya berhenti di level korporasi besar, tetapi juga mengalir hingga ke unit terkecil seperti desa wisata dan restoran lokal.

Selain transaksi di meja bisnis, Menpar Widiyanti juga memperkuat posisi ekonomi Indonesia melalui pertemuan bilateral dengan Sekjen UN Tourism dan Menteri Pariwisata India.

Pengakuan dunia pun datang dalam bentuk penghargaan Travelers’ Choice Awards Best of the Best Destination dari TripAdvisor, yang secara otomatis meningkatkan nilai jual (brand value) Indonesia di mata investor dan pelancong global.

Saat ini, estafet “pengejaran devisa” masih berlanjut melalui post-event sales mission di Polandia, Hungaria, Kroasia, dan Italia. Dengan tren positif ini, pariwisata Indonesia diprediksi akan menjadi motor penggerak ekonomi yang kian dominan di tahun 2026.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dede Suhadi
Ronalds Petrus Gerson
Dede Suhadi, Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

YANG BARU