HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bayangkan ribuan pelari menyusuri kesejukan udara Kota Malang, bukan hanya mengejar medali, tapi juga mencicipi kuliner lokal, menikmati instalasi seni, hingga mendongkrak ekonomi daerah hingga puluhan miliar rupiah.
Inilah gambaran besar yang diusung dalam MS Glow For Men Malang Half Marathon 2026. Diresmikan langsung oleh jajaran menteri di Hotel St. Regis Jakarta (9/3), event yang akan digelar pada 26 April 2026 ini dijanjikan bakal menjadi lebih dari sekadar ajang olahraga.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyebut acara ini sebagai multiplier effect yang nyata. Dengan target 7.000 pelari, Malang tidak hanya akan dipenuhi oleh deru langkah kaki, tapi juga menjadi panggung besar bagi subsektor ekraf seperti kuliner, fesyen, musik, hingga konten digital.
“Kota Malang adalah bagian dari UNESCO Creative Cities Network. Acara ini adalah cara terbaik menghubungkan olahraga, pariwisata, dan kreativitas dalam satu ekosistem,” ujar Teuku Riefky.
Founder MS Glow For Men, Gilang Widhia Pramana (Juragan 99), membocorkan target ambisius di balik acara ini. Dengan semangat “Running for Passion”, penyelenggara memprediksi perputaran ekonomi yang dihasilkan bisa menembus angka Rp20 miliar hanya dalam satu event!
“Ini adalah panggung bagi UMKM dan brand lokal untuk ‘unjuk gigi’. Kami ingin menciptakan dampak nyata, di mana olahraga dan pertumbuhan ekonomi berjalan beriringan,” jelas Gilang penuh semangat.
Peresmian ini pun tidak main-main karena dihadiri oleh deretan tokoh penting yang menunjukkan keseriusan kolaborasi lintas sektor tersebut. Menpora Erick Thohir menekankan pentingnya kolaborasi hexahelix untuk memperkuat industri olahraga nasional.
Sementara Wamen Pariwisata Ni Luh Puspa menyoroti potensi wisata Malang yang akan terangkat melalui ajang ini. Tak ketinggalan, Raffi Ahmad selaku Utusan Khusus Presiden hadir sebagai representasi pembinaan generasi muda dan pekerja seni yang kini semakin aktif menjadikan olahraga sebagai gaya hidup.
Event ini akan dibagi menjadi tiga kategori menantang: 5K, 10K, dan 21K (Half Marathon). Para peserta tidak hanya akan mendapatkan sehatnya olahraga lari, tapi juga pengalaman menyelami identitas Malang sebagai kota kreatif dunia.
Bagi para runners dan pencinta traveling, tanggal 26 April mendatang nampaknya menjadi waktu yang tepat untuk “pulang” ke Malang. Bukan hanya untuk memecahkan rekor pribadi (PB), tapi untuk menjadi bagian dari pergerakan ekonomi baru Indonesia.

