HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kanker ginjal merupakan penyakit yang terjadi ketika sel-sel pada ginjal berubah menjadi ganas dan tumbuh secara tidak terkendali hingga membentuk tumor. Dalam dunia medis, kondisi ini juga dikenal sebagai renal cell cancer.
Penyakit ini menjadi perbincangan setelah penyanyi Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu (7/3) setelah mengisal kanker ginjal sejak tahun 2019.
Sebagian besar kasus kanker ginjal bermula pada lapisan saluran kecil di dalam ginjal yang disebut tubulus. Jenis kanker ini dikenal sebagai renal cell carcinoma, yang merupakan tipe kanker ginjal paling umum.
Menurut informasi dari WebMD, kabar baiknya sebagian besar kanker ginjal dapat ditemukan sebelum menyebar ke organ lain. Jika terdeteksi lebih dini, peluang pengobatan yang berhasil biasanya lebih besar. Namun, tumor pada ginjal juga dapat berkembang cukup besar sebelum akhirnya terdeteksi.
Fungsi Ginjal dalam Tubuh
Ginjal merupakan dua organ berbentuk seperti kacang yang masing-masing berukuran sekitar sebesar kepalan tangan. Organ ini terletak di bagian perut, di kedua sisi tulang belakang.
Fungsi utama ginjal adalah menyaring darah dengan membuang zat sisa dan cairan berlebih dari tubuh. Hasil penyaringan tersebut kemudian dikeluarkan dalam bentuk urine.
Ketika kanker berkembang pada ginjal, fungsi penyaringan darah tersebut dapat terganggu dan memicu berbagai masalah kesehatan.
Faktor Risiko Kanker Ginjal
Hingga saat ini, penyebab pasti kanker ginjal belum diketahui secara pasti. Namun para ahli menemukan sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit tersebut.
Salah satu faktor utama adalah usia. Kanker ginjal lebih sering ditemukan pada orang yang berusia di atas 40 tahun.
Selain itu, beberapa faktor risiko lain yang dapat meningkatkan kemungkinan terkena kanker ginjal antara lain:
- Kebiasaan merokok
- Jenis kelamin laki-laki
- Obesitas atau kelebihan berat badan
- Penggunaan obat pereda nyeri dalam jangka panjang
- Penyakit ginjal kronis atau menjalani dialisis dalam waktu lama
- Riwayat keluarga dengan kanker ginjal
- Kondisi genetik tertentu seperti penyakit Von Hippel-Lindau (VHL)
- Paparan bahan kimia seperti asbes, kadmium, benzena, atau pelarut organik
- Tekanan darah tinggi (hipertensi)
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa penderita limfoma memiliki risiko lebih tinggi mengalami kanker ginjal, meskipun penyebab hubungan tersebut belum diketahui secara pasti.
Para ahli kesehatan menyarankan masyarakat untuk menjaga gaya hidup sehat serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko tertentu. Deteksi dini dapat membantu meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan kanker ginjal.


