Presiden Prabowo Tinjau Museum Nasional Saat Ramadan, Dorong Modernisasi 152 Cagar Budaya

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto memanfaatkan momen Ramadan dengan mengunjungi Museum Nasional Indonesia pada Senin (2/3). Kunjungan berlangsung jelang waktu berbuka atau ‘ngabuburit’ itu menjadi sinyal dukungan pemerintah terhadap transformasi museum sebagai ruang publik yang modern, inklusif, dan relevan bagi generasi muda.

Presiden Prabowo didampingi Menteri Kebudayaan Fadli Zon, jajaran pejabat Kementerian Kebudayaan, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Rombongan meninjau sejumlah ruang pamer yang telah ditata ulang, termasuk Ruang Pameran Tetap bertema Sejarah Awal Indonesia.

Salah satu sorotan utama adalah koleksi “Java Man” hasil repatriasi yang kini menjadi bagian penting narasi evolusi manusia di Nusantara. Presiden Prabowo juga mengunjungi Taman Arca yang menampilkan koleksi arca klasik. Selain itu, sempat mendatangi pameran fotografi bertajuk Negeri Elok yang merekam perjalanan sejarah dan kekayaan budaya Indonesia dari masa ke masa.

Fadli Zon menyebut Presiden Prabowo memberikan apresiasi terhadap wajah baru museum tersebut. Menurut dia, Presiden Prabowo senang sekali dengan penataan baru Museum Nasional.

Hal itu termasuk pameran sejarah awal peradaban dan pameran Negeri Elok. Kata Fadli, Prabowo berharap museum-museum di daerah juga bisa ditata kembali agar lebih hidup dan menarik.

Presiden Prabowo Dan Menbud Fadli Zon1 Holopis
Menteri Kebudayaan Fadli Zon dampingi Presiden RI Prabowo Subianto di Museum Nasional. (Foto: Dok. Fadli Zon).

Tak hanya meninjau pameran, Presiden Prabowo juga berdialog dengan sekitar 15 peserta Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya bidang seni rupa dari berbagai daerah. Mereka tengah diseleksi untuk mengikuti program residensi dalam festival seni rupa internasional.

- Advertisement -

Fadli menekankan pertemuan itu menjadi simbol dukungan terhadap regenerasi seniman muda Indonesia.

Dalam konteks Ramadan, kunjungan ini dimaknai sebagai ajakan refleksi kolektif. Museum dinilai bukan sekadar tempat menyimpan artefak, tetapi ruang membangun identitas, nasionalisme, dan memori bersama bangsa.

Kehadiran Presiden Prabowo juga pertegas peran strategis museum sebagai institusi edukatif dan kultural.

Fadli mengatakan, pemerintah tengah mendorong pembaruan besar dalam pengelolaan museum dan situs sejarah.

“Sepanjang tahun 2025, kementerian telah melakukan revitalisasi terhadap 152 cagar budaya dan museum di seluruh wilayah Indonesia untuk memperkuat pelindungan warisan budaya nasional,” kata Fadli, dalam keterangannya, Selasa, (3/3/2026).

Adapun program revitalisasi itu mencakup pembenahan infrastruktur, kurasi ulang koleksi, digitalisasi informasi, hingga peningkatan kualitas tata pamer agar lebih interaktif dan ramah generasi digital. Langkah ini diharapkan bisa mengubah persepsi museum dari tempat yang kaku menjadi ruang eksplorasi kreatif yang Instagramable dan edukatif.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU