HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir melanda sejumlah pemukiman warga yang ada di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur sejak Senin (2/3).
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, banjir dipicu hujan selama lebih dari enam jam.
“Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan debit air di Sungai Dinoyo, Sungai Kaliputih, Sungai Badean, dan Sungai Kalijompo,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Selasa (3/3).
“Keempat sungai tersebut meluap sehingga air berwarna cokelat bercampur lumpur masuk hingga permukiman warga,” imbuhnya.
Banjir berdampak pada empat desa dan dua kelurahan di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Panti, Rambipuji, dan Kaliwates, dengan tinggi muka air (TMA) sekitar 40–70 cm.
“Sebanyak 132 kepala keluarga (KK) atau 435 jiwa terdampak, dan sedikitnya 111 jiwa mengungsi di tiga titik pengungsian,” ujarnya.
Abdul memastikan BPBD Kabupaten Jember segera diturunkan untuk melakukan pendataan dan penanganan warga terdampak. Petugas bekerja sama dengan dinas terkait dan relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) mendistribusikan bantuan logistik permakanan, matras, dan selimut bagi warga yang mengungsi maupun yang memilih bertahan di rumah.
“Kondisi terkini, banjir telah surut. Warga secara mandiri membersihkan rumah dari sisa lumpur, sementara para pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing,” tukasnya.
Menyikapi berbagai kejadian bencana tersebut, Abdul mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan.
“Masyarakat yang tinggal di daerah bantaran sungai diimbau untuk secara berkala memantau ketinggian muka air. Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi lama, warga disarankan melakukan evakuasi mandiri jika diperlukan, mengetahui jalur evakuasi, serta memperbarui informasi cuaca melalui sumber resmi,” imbaunya.



