Program Gentengisasi Dorong Produksi UMKM dan Serap Ribuan Tenaga Kerja

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menilai program gentengisasi berpotensi menjadi motor baru penggerak ekonomi nasional.

Kebijakan yang digagas atas arahan Presiden Prabowo Subianto ini tak hanya berfokus pada peningkatan kualitas hunian masyarakat, tetapi juga membuka peluang besar bagi pertumbuhan UMKM, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan industri pembiayaan.

Menurut Maruarar, kebutuhan genteng untuk mendukung proyek perumahan nasional saat ini masih jauh melampaui kapasitas produksi pengrajin. Ketimpangan antara permintaan dan pasokan tersebut dinilai sebagai peluang ekspansi usaha yang signifikan.

“Untuk satu rumah dibutuhkan sekitar 480 genteng. Jika dibangun 6.000 rumah, kebutuhannya mencapai sekitar 2,9 juta genteng. Produksi yang ada belum mencukupi. Artinya, perlu penambahan tenaga kerja,” ujar Maruarar dalam keterangannya, dikutip Holopis.com, Minggu (1/3/2026).

Data yang dipaparkan menunjukkan, pengusaha genteng skala menengah rata-rata mempekerjakan 100 hingga 200 pekerja dengan kapasitas produksi tahunan sekitar 300 ribu hingga 500 ribu genteng. Dengan target pembangunan ribuan unit rumah, pelaku usaha dipastikan harus meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan.

Lonjakan kebutuhan tersebut bukan hanya berdampak pada sektor manufaktur genteng, tetapi juga memicu efek berantai ke sektor tenaga kerja dan distribusi bahan baku. Di sisi lain, ekspansi produksi memerlukan dukungan permodalan yang memadai.

- Advertisement -

Untuk itu, pemerintah melibatkan sektor perbankan dan lembaga pembiayaan, termasuk Bank Rakyat Indonesia dan BP Tapera. Dukungan pembiayaan dinilai krusial agar pelaku UMKM mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menjaga kualitas produk.

Maruarar menegaskan, keberhasilan program gentengisasi bertumpu pada sinergi lintas sektor. Pemerintah, pengembang, pelaku industri, hingga perbankan harus bergerak dalam satu ekosistem yang terintegrasi.

“Ini sinergi. Masyarakat diuntungkan karena kualitas rumah meningkat, industri menikmati kenaikan produksi, pengembang terbantu, dan perbankan berperan dalam pembiayaan. Semua ikut bergerak,” katanya.

Ke depan, program gentengisasi diharapkan menjadi model integrasi kebijakan perumahan dengan pemberdayaan industri lokal. Daerah sentra produksi seperti Jawa Barat yang selama ini menjadi kontributor besar pembangunan rumah nasional berpotensi menjadi episentrum pertumbuhan baru berbasis industri rakyat.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Khoirudin Ainun Najib
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU