HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ganda putri badminton Indonesia Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti gagal melaju ke final German Open 2026, usai kandas di semifinal. Mereka pun sadar akan kekurangan dan kesalahan, siap evaluasi permainan.
Pertandingan semifinal German Open 2026 Super 300 berlangsung di Westenergie Sporthalle, An den Sportstätten 6, Jerman, Sabtu (28/3/2026) malam WIB.
Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti berhadapan dengan Li Yi Jing/Wang Yi Duo asal China di semifinal tersebut. Duel sengit pun terjadi sejak awal pertandingan keduanya berlangsung.
Namun Tiwi/Fadia kalah lebih dulu dengan skor 18-21 dari wakil China tersebut. Tiwi/Fadia lalu bangkit di set kedua dengan kemenangan telak 21-8, tapi tak bisa meneruskan tren positifnya hingga kalah 19-21 di set akhir.
“Di gim pertama sebenarnya kami sudah sempat dapat pola permainan yang kami mau. Tapi sayang di poin-poin akhir saya cukup banyak melakukan unforced error. Di situ fokus saya sedikit menurun,” ucap Tiwi, sebagaimana informasi yang diterima Holopis.com.

“Masuk gim kedua kami coba ubah pola dan itu cukup berhasil. Di gim ketiga sebenarnya juga sudah mencoba, tapi di poin-poin akhir saya malah jadi terlalu hati-hati. Padahal harusnya lebih berani ambil keputusan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Tiwi menyampaikan bahwa ada pun yang perlu dievaluasi dari permainannya yakni harus lebih fokus lagi di poin-poin krusial.
“Evaluasinya jelas kami harus lebih fokus di poin-poin akhir. Terutama antisipasi bola-bola tanggung atau setengah-setengah, itu harus lebih siap lagi ke depannya,” imbuhnya.
Di sisi lain, Fadia menerangkan bahwa dirinya dan Tiwi siap memberikan yang terbaik di turnamen berikutnya, yakni All England 2026 yang digelar mulai 3 Maret nanti.
“Untuk persiapan menuju All England, yang pertama tentu recovery kondisi dulu karena hari ini habis main semifinal. Kalau besok ada kesempatan latihan, kami tetap mau latihan supaya lebih siap. Pastinya kami ingin memberikan yang terbaik di All England nanti,” ujar Fadia.


