HOLOPIS.COM, JAKARTA – Di balik deretan gedung pencakar langit yang menjadi simbol kekuatan finansial Indonesia, sebuah lorong yang dikenal dengan sebutan “Gang Depan” di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) berubah wajah.
Memasuki bulan Februari 2026, kawasan ini tidak lagi hanya diisi oleh hiruk-pikuk pekerja kantoran, melainkan semarak dengan warna merah lampion dan aroma khas kuliner autentik dalam gelaran Pasar Imlek Gang Depan.
Acara ini bukan sekadar perayaan musiman. Dengan menghadirkan 25 booth kuliner terkurasi, Pasar Imlek ini menjadi eksperimen sosial dan ekonomi yang sukses menyatukan berbagai subsektor ekonomi kreatif (ekraf) nasional.
Keunikan utama dari Pasar Imlek tahun ini adalah proses kurasinya. 25 tenant yang terpilih tidak hanya mewakili kuliner Tionghoa seperti Lontong Cap Go Meh atau Kue Keranjang, tetapi juga menyertakan akulturasi kuliner lokal.
Pasar Imlek ini menjadi panggung kolaboratif yang menyatukan berbagai subsektor ekonomi kreatif sekaligus dalam satu ekosistem yang kohesif. Sektor kuliner tetap menjadi primadona utama melalui kehadiran 25 booth pilihan yang menyajikan cita rasa autentik, yang kemudian diperkuat oleh keterlibatan subsektor kriya dan fashion melalui deretan stand pernak-pernik Imlek hasil kerajinan tangan UMKM binaan.
Serta tak ketinggalan, subsektor seni pertunjukan memberikan ruh pada acara ini melalui kehadiran atraksi Barongsai yang secara unik berkolaborasi dengan Tehyan, alat musik tradisional gesek khas Betawi, sehingga melahirkan identitas budaya baru yang kini dikenal sebagai “Harmoni Jakarta”.
Kehadiran pasar ini diharapkan menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi kreatif nasional. Dengan menempatkan UMKM di jantung SCBD, akses pasar yang didapatkan para pelaku kreatif meningkat berkali-kali lipat. Para pekerja kantor yang biasanya mencari makan siang di gedung-gedung tertutup, kini beralih ke ruang publik terbuka, menciptakan perputaran uang yang lebih inklusif.
Bagi Anda yang ingin merasakan langsung kemeriahan suasana pasar malam di tengah hutan beton, acara ini berlangsung di area Gang Depan, Sudirman Gateway, SCBD, Jakarta Selatan, mulai dari tanggal 3 Februari hingga 3 Maret 2026.
Pengunjung dapat menyaksikan atraksi utama berupa Barongsai Rampag Tambur yang digelar setiap akhir pekan (Sabtu dan Minggu) pada pukul 17.00 WIB, dengan sistem pembayaran yang sepenuhnya menggunakan metode non-tunai (full cashless) demi mendukung transparansi ekonomi digital di kawasan tersebut.
Pasar Imlek Gang Depan SCBD membuktikan bahwa tradisi tidak harus ditinggalkan di tengah modernitas. Sebaliknya, tradisi bisa menjadi bahan bakar baru bagi kreativitas dan pertumbuhan ekonomi bangsa.


