HOLOPIS.COM, JAKARTA – Musisi Billie Eilish menggunakan momentum kemenangan Song of the Year di Grammy Awards 2026 untuk menyuarakan kritik tajam terhadap kebijakan dan praktik penegakan imigrasi di Amerika Serikat. Pada Minggu (1/2), saat menerima penghargaan atas lagu “Wildflower,” Eilish menyentil aparat imigrasi federal yang kontroversial.
“No one is illegal on stolen land (Tidak ada yang ilegal di tanah yang dirampas) ,” ujar Billie Eilish dalam pidatonya di atas panggung Grammy, dikutip Holopis.com, Senin (2/2).
Ia kemudian dengan blak-blakan mengucapkan sumpah serapah dan mengecam tindakan ICE.
“Fuck ICE is all I want to say (Persetan dengan ICE, itu saja yang ingin saya katakan),” kata Billie.
Eilish memenangkan Song of the Year atas “Wildflower,” yang berasal dari album 2024 Hit Me Hard and Soft. Namun, sorotan malam itu tak hanya pada prestasi musiknya, melainkan juga pesan politik yang dibawanya.
Tema imigrasi menjadi salah satu sorotan Grammy malam itu. Sebelumnya, artis Bad Bunny juga menyampaikan kritik terhadap aparat imigrasi AS, Immigration and Customs Enforcement (ICE), setelah menerima penghargaan untuk albumnya Debí Tirar Más Fotos.
“Before I say thanks to God, I’m going to say ICE out,” kata Bad Bunny di tengah sambutan yang disambut tepuk tangan meriah. “We’re not savage, we’re not animals, we’re not aliens. We are humans and we are Americans.”
Kritik ini berkaitan dengan kontroversi luas seputar praktik ICE, yang oleh banyak pihak dituduh melakukan kekerasan dan menciptakan rasa takut di masyarakat, terutama terhadap warga yang tampak tidak berkulit putih.
Kegiatan ICE sering melibatkan pengecekan dokumen dan kewarganegaraan terhadap orang-orang yang sedang bekerja atau melakukan aktivitas sehari-hari, dengan tuduhan melakukan penangkapan paksa dan kekerasan terhadap individu yang dianggap tidak patuh.
Pekan-pekan terakhir memperlihatkan kemarahan publik yang tinggi menyusul insiden penembakan fatal oleh petugas ICE terhadap Renée Nicole Macklin Good, seorang warga negara AS berusia 37 tahun, di Minneapolis, Minnesota, pada 7 Januari 2026.
Good ditembak oleh petugas federal saat sebuah operasi penegakan imigrasi berlangsung. Insiden itu memicu protes luas, termasuk demonstrasi di Minnesota dan di berbagai kota lain di AS, dengan seruan untuk akuntabilitas aparat dan reformasi kebijakan imigrasi.


