Polemik Agen Ice Culik Warga-warga AS, Ini yang Sedang Terjadi di Negara Trump

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTAAmerika Serikat saat ini sedang dilanda berbagai macam polemik dalam negeri dan internasional, salah satunya keberadaan agen ICE yang ditentang secara keras oleh sebagian masyarakat Amerika Serikat. ICE merupakan bagian dari Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, serta disebut sebagai agen penegak hukum imigrasi.

Namun, pasukan yang didukung oleh pemerintahan Presiden Donald Trump itu dinilai warga melakukan kekerasan terhadap warga AS dan berperilaku rasis, di mana mereka dituding menargetkan warga yang tidak berkulit putih saat sedang beraktivitas sehari-hari.

- Advertisement -

Apa saja kontroversi baru-baru ini yang dilakukan oleh agen ICE?

Agen ICE dinilai kerap kali melakukan kekerasan dan menyebarkan rasa takut kepada masyarakat, yang dinilai rasis karena mereka menargetkan warga AS yang tampak tidak berkulit kutih dari pandangan mata telanjang.

Mereka diduga mendatangi orang-orang yang sedang bekerja atau melakukan kegiatan sehari-hari, dan mempertanyakan dokumen serta kewarganegaraan mereka. ICE kemudian dinilai sering melakukan kekerasan dan pemaksaan penangkapan kepada orang-orang yang mereka anggap tidak menuruti arahan mereka.

- Advertisement -

Kontroversi terbesar yang baru saja terjadi adalah kematian soerang wanita bernama Renee Nicole Macklin Good (37). Ia ditembak di bagian kepala di depan salah satu anggota keluarganya saat sedang berada di dalam kendaraan.

Renee diklaim tidak menaati ICE dan melakukan perlawanan sehingga ia ditembak oleh seorang anggota ICE. Namun aksi dari ICE menyulut emosi masyarakat Amerika Serikat yang menilai ICE sudah keterlaluan dan sudah membunuh orang tak berdosa.

Menambah Berbagai Kontroversi Donald Trump di Tahun 2026

Tragedi penembakan oleh agen ICE pun menambah deretan skandal Donald Trump di tahun 20226. Selain soal imigrasi, Donald Trump baru saja menyerang Venezuela, dan melakukan penculikan terhadap Preisden Venezuela Nicolas Maduro.

Donald Trump mengatakan Amerika Serikat akan mengelola Venezuela hingga transisi yang aman. Amerika juga dituding ingin mengambil alih minyak Venezuela. Sementara Trup memberikan penjelasan dengan mengklaim bahwa Amerika Serikat ingin memperbaiki infrastruktur minyak di Venezuela.

“Bisnis minyak di Venezuela telah gagal total, benar-benar gagal untuk jangka waktu yang lama. Kita akan mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak besar Amerika Serikat, yang terbesar di dunia, untuk masuk, menghabiskan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak, dan mulai menghasilkan uang bagi negara,” jelas Trump.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru