HOLOPIS.COM, JAKARTA – Fenomena sinkhole yang muncul di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, kini mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.
Tim ahli dari Badan Geologi Bandung yang diturunkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan pengkajian langsung di lokasi untuk mengungkap karakteristik dan potensi risiko dari lubang runtuhan tersebut.
Tim Badan Geologi yang terdiri dari Riyan Nur dan Taufik Wirabuana tiba di lokasi pada Kamis (8/1). Dalam kegiatan tersebut, mereka didampingi sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Limapuluh Kota Ardiman, anggota DPRD Limapuluh Kota M Fajar Rillah Vesky, Camat Situjuah Limo Nagari IL Yandri, Kapolsek setempat AKP Hendra, Danpos TNI Peltu Wahidi, Wali Nagari Emil Nofri Ihsan, serta Kepala Jorong Tepi Salmi.
Pengkajian Pastikan Penyebab dan Karakter Sinkhole

“Kami baru datang, agenda kami fokus pengambilan data dan pemeriksaan data terhadap fenomena sinkhole di sini,” ujar Taufik seperti dikutip oleh Holopis.com.
Ia menambahkan, proses kajian direncanakan berlangsung selama dua hari ke depan. Menurutnya, karakteristik sinkhole di Sumatera Barat memiliki perbedaan dengan fenomena serupa yang kerap terjadi di Pulau Jawa.
“Kita hanya fokus pada kajian cepat, untuk menjawab fenomena apa sebenarnya yang terjadi, baik dari kondisi tanah maupun airnya,” jelasnya.
Taufik juga menyoroti maraknya informasi di media sosial terkait anggapan air di dalam sinkhole memiliki khasiat tertentu. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada klaim yang belum didukung bukti ilmiah.
“Jangan terpengaruh isu-isu yang tak berdasar. Selama belum ada kajian ilmiah, masyarakat jangan percaya,” tegasnya.
Sementara itu, anggota DPRD Limapuluh Kota, M Fajar Rillah Vesky, mengapresiasi langkah cepat Kementerian ESDM dan Badan Geologi dalam merespons permohonan pemerintah daerah. Ia menyebut kehadiran tim ahli penting untuk meredam kecemasan warga yang terdampak langsung oleh fenomena tersebut.
“Dengan adanya kajian teknis dari Badan Geologi, masyarakat diharapkan mendapat penjelasan yang jelas dan tidak terpengaruh spekulasi,” ujar Fajar.
Ia menambahkan, hasil kajian ini nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah antisipatif dan kebijakan yang tepat terkait penanganan sinkhole di Situjuah Batua.

