HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah mematangkan rencana pembangunan moda transportasi Skytrain sebagai jaringan pengumpan (feeder) strategis bagi MRT dan LRT di wilayah penyangga Jakarta.
Proyek ini diproyeksikan menghubungkan Lebak Bulus ke Tangerang Selatan serta Harjamukti menuju Jonggol, Bogor.
Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kemenhub, Risal Wasal, mengonfirmasi bahwa saat ini proyek tersebut sedang dalam tahap studi kelayakan (Feasibility Study/FS) oleh pihak ketiga.
Berbeda dengan proyek strategis nasional lainnya, pembangunan Skytrain ini akan menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau Public-Private Partnership (PPP).
“Konsep ini tidak menggunakan dana pemerintah, melainkan investasi murni dari badan usaha. Peran pemerintah adalah memfasilitasi kemudahan pembangunan layanannya,” ujar Risal dalam keterangannya, Senin (5/1/2025).
Salah satu keunggulan teknis Skytrain dibandingkan MRT adalah kebutuhan lahan yang minim. Konstruksi moda ini akan didominasi oleh jalur layang (tiang-tiang) serupa LRT, sehingga menekan kerumitan pembebasan lahan di area padat penduduk.
Namun, tantangan utama saat ini terletak pada aspek regulasi. Pemerintah tengah meninjau ulang Peraturan Menteri Dalam Negeri (PM) Nomor 90 Tahun 2019 terkait pemanfaatan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos fasum). Penyesuaian ini diperlukan agar tiang-tiang penyangga Skytrain dapat menggunakan ruang publik tanpa terkendala aturan birokrasi.
Risal menjelaskan bahwa tujuan utama proyek ini adalah menyediakan solusi first mile dan last mile bagi masyarakat yang selama ini masih bergantung pada kendaraan pribadi. Dengan akses yang aman, nyaman, dan terjangkau, masyarakat diharapkan beralih ke transportasi umum.
“Target akhirnya adalah kemacetan hilang dan terciptanya kondisi ‘langit biru’ atau pengurangan polusi. Selain itu, mobilitas yang mudah akan memutar roda ekonomi di daerah penyangga menjadi lebih produktif,” tambahnya.
Proyek Skytrain di Lebak Bulus akan berfungsi sebagai pengumpan MRT Jakarta, sementara jalur Harjamukti-Mekarsari-Cariu akan memperluas jangkauan layanan LRT Jabodebek ke wilayah Bogor Timur yang selama ini belum terlayani transportasi berbasis rel.


