HOLOPIS.COM, JAKARTA – Film terbaru garapan James Cameron, Avatar: Fire and Ash, resmi melampaui pendapatan global sebesar US miliar atau sekitar Rp15,6 triliun per Sabtu, 3 Januari 2026. Capaian ini menambah daftar panjang kesuksesan Cameron di industri film global.
Keberhasilan tersebut semakin menegaskan posisi Cameron sebagai sutradara di balik tiga dari empat film terlaris sepanjang masa, yakni Avatar (2009), Avatar: The Way of Water (2022), dan Titanic (1997). Avatar: Fire and Ash pun melanjutkan dominasi waralaba Avatar sebagai salah satu properti paling menguntungkan dalam sejarah perfilman.
Sepanjang 2025, Avatar: Fire and Ash tercatat sebagai salah satu dari tiga film Hollywood yang berhasil menembus pendapatan US$1 miliar (sekitar Rp15,6 triliun). Dua film lain yang mencapai angka tersebut juga berasal dari Disney, yaitu Lilo & Stitch dengan pendapatan US$1,038 miliar (sekitar Rp16,2 triliun) serta Zootopia 2 yang hingga kini telah mengumpulkan US$1,51 miliar (sekitar Rp23,6 triliun).
Berdasarkan data yang dikutip Holopis.com, Senin (5/1), secara global, pendapatan Avatar: Fire and Ash hingga Hari Tahun Baru, Kamis, 1 Januari 2026, tercatat mencapai US$935 juta atau sekitar Rp14,6 triliun. Dari jumlah tersebut, pasar Amerika Serikat menyumbang US$266 juta (sekitar Rp4,15 triliun), sementara pendapatan dari pasar internasional mencapai US$699 juta (sekitar Rp10,9 triliun).
Pada Jumat, 2 Januari 2026, film ini kembali menambah pendapatan sebesar US$14 juta atau sekitar Rp218 miliar dari 3.832 layar bioskop di Amerika Utara. Dengan tambahan tersebut, total pendapatan domestik Avatar: Fire and Ash naik menjadi US$280 juta atau sekitar Rp4,37 triliun.
Sebagai perbandingan, dua film pendahulunya, Avatar dan Avatar: The Way of Water, masing-masing mencetak pendapatan lebih dari US$60 juta atau sekitar Rp936 miliar pada fase pemutaran yang sama.
Avatar yang dirilis pada 2009 kemudian mencatat sejarah dengan total pendapatan global mencapai US$2,9 miliar atau sekitar Rp45,2 triliun, termasuk dari penayangan ulang, dan hingga kini masih menyandang status film terlaris sepanjang masa.
Sementara itu, Avatar: The Way of Water yang dirilis lebih dari satu dekade kemudian berhasil meredam keraguan publik terhadap relevansi waralaba ini. Film tersebut mengantongi lebih dari US$2,3 miliar atau sekitar Rp35,9 triliun secara global dan saat ini menempati posisi ketiga film terlaris sepanjang sejarah perfilman.
Sobat Holopis, sudah pada nonton di bioskop belum?


