HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pelayanan Kesehatan terpadu mendesak diperlukan warga Kabupaten Gayo Lues, Aceh pascabencana banjir bandang dan longsor. TNI bersama relawan turun tangan menerobos pedalaman Gayo Lues.
Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi menjelaskan pasca terjadinya bencana banjir bandang dan longsor di Gayo Lues, unsur gabungan TNI, tenaga medis sipil, serta relawan turun tangan ke lokasi. Upaya itu untuk melaksanakan pelayanan kesehatan terpadu bagi masyarakat terdampak.
Kolonel Agung menambahkan kegiatan kemanusiaan untuk juga difokuskan pada wilayah-wilayah terdampak yang sulit dijangkau.
“Dengan melaksanakan dorongan logistik (dorlog) dan pelayanan kesehatan (Yankes) ke Desa Lesten, Kecamatan Pining, serta Desa Gumpang Lempuh, Kecamatan Putri Beutong, Kabupaten Gayo Lues,” kata Kolonel Agung, dalam keterangan Puspen TNI, Rabu, (31/12/2025).
Pun, pelayanan Kesehatan itu mencakup pemeriksaan kesehatan, pengobatan, dan edukasi kesehatan bagi warga. Pemeriksaan Kesehatan itu khususnyauntuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
Dia menambahkan, tim kesehatan gabungan juga melaksanakan pelayanan medis di Posko Induk Gabungan Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Kabupaten Gayo Lues. Pelayananan di posko itu sebagai pusat koordinasi dan rujukan kesehatan bagi pengungsi dan masyarakat sekitar.
“Dalam pelaksanaannya, tercatat sebanyak 112 warga terdampak menerima pelayanan kesehatan dengan keluhan terbanyak berupa batuk dan flu, demam, gatal-gatal, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hipertensi, diare, serta nyeri sendi,” jelas Kolonel Agung.

Adapun kegiatan pelayanan kesehatan itu didukung oleh 31 personel tenaga kesehatan gabungan. Rinciannya terdiri dari 13 personel unsur militer dan 18 personel unsur sipil.
Dia memaparkan unsur militer meliputi Kesdam Iskandar Muda sebanyak 4 personel, FKTP Bhakti Musara 2 personel, serta Yonif TP 855/RD sebanyak 7 personel.
“Sedangkan unsur sipil terdiri dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gayo Lues sebanyak 8 personel dan Relawan sebanyak 10 personel,” tutur Kolonel Agung.
Lebih lanjut, Kolonel Agung menambahkan melalui kegiatan ini, TNI bersama tenaga medis sipil dan relawan menegaskan komitmennya untuk terus hadir bantu masyarakat dalam penanggulangan dan pemulihan pascabencana. Ikhtiar itu sebagai bagian dari tugas operasi militer selain perang (OMSP).
“Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan dapat menjaga kondisi kesehatan masyarakat serta mendukung percepatan pemulihan kehidupan sosial di wilayah terdampak bencana,” ujar Kolonel Agung.


