HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) resmi mengoperasikan 13 unit Bus Sekolah Ramah Disabilitas baru. Penambahan armada ini menjadi langkah konkret dalam memperluas layanan transportasi inklusif bagi para pelajar penyandang disabilitas di Ibu Kota.
Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan bahwa pengoperasian unit baru ini melanjutkan lima bus serupa yang telah lebih dulu beroperasi. Dengan demikian, jumlah keseluruhan armada Bus Sekolah Ramah Disabilitas kini mencapai 18 unit.
“Penyediaan transportasi ramah disabilitas adalah bentuk komitmen pemerintah dalam mewujudkan kota yang inklusif,” ujar Syafrin, sebagaimana informasi yang diterima Holopis.com.
Ia menjelaskan bahwa bus berjenis microbus tersebut disiapkan untuk menunjang mobilitas harian para siswa, terutama dalam perjalanan pergi dan pulang sekolah. Saat ini, layanan bus disabilitas melayani enam Sekolah Luar Biasa (SLB), yakni SLBN 9 Sunter, SLB Karya Guna, SLBN 8 Rorotan, SLB Pembina, Yayasan Pembina Anak Cacat (YPAC), dan SLBN 01.
Menurut Syafrin, penambahan armada juga membuka peluang perluasan rute agar lebih banyak pelajar disabilitas dapat mengakses transportasi khusus ini.
“Peningkatan jangkauan layanan menjadi prioritas agar semua pelajar memiliki kesempatan pendidikan yang setara,” katanya.
Setiap bus dilengkapi fasilitas ramah disabilitas seperti lift hidrolik untuk kursi roda, guiding block, kamera sensor keselamatan, hingga fitur pemandu suara bagi siswa tunanetra. Syafrin menegaskan bahwa seluruh desain bus mempertimbangkan kebutuhan pengguna agar dapat digunakan optimal oleh siswa dengan berbagai jenis disabilitas.
“Dengan tambahan 13 unit armada ini, layanan transportasi inklusif di Jakarta semakin meningkat dan mampu mendukung mobilitas, produktivitas, serta semangat belajar siswa-siswi disabilitas,” tandasnya.


