Kamboja Sebut 10 Warga Sipil Tewas, 60 Lainnya Terluka Dalam Konflik Perbatasan

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sedikitnya 10 warga sipil Kamboja tewas dan 60 lainnya terluka dalam putaran terbaru konflik perbatasan dengan Thailand, seperti disampaikan juru bicara (jubir) Kementerian Pertahanan Kamboja, Letnan Jenderal Maly Socheata.

“Korban jiwa mencakup 10 warga sipil, termasuk satu bayi, dan 60 warga sipil terluka,” kata Wakil Sekretaris Negeri sekaligus Jubir Kementerian Pertahanan Kamboja Letnan Jenderal Maly Socheata dikutip Holopis.com, Kamis (11/12).

Konflik perbatasan Kamboja-Thailand kembali memanas sejak Minggu (7/12) sore waktu setempat dan masih berlangsung hingga Kamis pagi, kata Socheata, seraya menambahkan bahwa tentara Thailand menembakkan peluru artileri ke sejumlah lokasi di wilayah Kamboja.

Sebagai informasi, Kementerian Dalam Negeri Kamboja pada Rabu (10/12) malam merilis siaran pers yang menyatakan bahwa lebih dari 56.000 keluarga, dengan 190.000 warga sipil, telah meninggalkan rumah mereka menuju tempat penampungan yang aman.

Pertempuran yang Menimbulkan Keprihatinan Internasional

Pertempuran dua negara itu menimbulkan keprihatinan internasional, termasuk dari Paus Leo XIV. Pernyataam Paus Leo XIV yang mengatakan kepada audiensi di Vatikan bahwa ia sangat sedih atas konflik Kamboja vs Thailand yang kembali berkobar.

“Ada korban jiwa, termasuk di antara warga sipil, dan ribuan orang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Saya menyampaikan simpati saya dalam doa kepada rakyat terkasih ini,” kata Paus Leo XIV pada Rabu.

- Advertisement -

Gencatan senjata awal pada bulan Juli yang dimediasi oleh Malaysia gagal. Pun, ada upaya dari Donald Trump yeng menekan dengan ancaman bakal menahan hak istimewa perdagangan kecuali Thailand dan Kamboja setuju gencatan senjata.

Lalu, gencatan senjata diformalkan secara lebih rinci pada bulan Oktober. Dalam pertemuan regional di Malaysia saat itu, Trump turut hadir.

Meskipun ada kesepakatan senjata, dua pihak masih melanjutkan perang propaganda yang sengit. Kemudian, aksi kekerasan lintas perbatasan kecil terus berlanjut.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU