HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pertamina menerapkan metode distribusi udara berbasis sling load untuk menjangkau warga terdampak bencana di Bener Meriah, Aceh.
Cara ini dipilih setelah akses darat menuju wilayah tersebut rusak parah sehingga pasokan energi tidak dapat dikirim melalui jalur biasa.
Pengiriman pertama dilakukan dengan membawa 72 tabung Bright Gas 12 kg dalam tiga tahap.
Setiap tahap memuat 24 tabung yang digantung menggunakan kabel sling, palet plastik, dan safety net.
Penataan tabung, panjang kabel, hingga ketinggian terbang telah diuji secara ketat demi memastikan stabilitas selama perjalanan.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk percepatan pelayanan energi bagi masyarakat terdampak.
“Di Lhokseumawe kita menyaksikan Perwira Pertamina memastikan bahwa energi tetap tersalurkan dan sampai ke saudara-saudara kita di Bener Meriah secepat dan seaman mungkin, apa pun tantangannya termasuk menggunakan helikopter dengan metode sling load,” ujar Simon dalam keterangan pers yang diterima oleh Holopis.com, Kamis (11/12).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada TNI, BNPB, Polri, dan seluruh jajaran yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut.
Menurut Simon, distribusi energi ini menjadi tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto pada Rapat Terbatas di Banda Aceh, yang menekankan pentingnya percepatan pembukaan akses logistik serta pemenuhan kebutuhan dasar warga.
Helikopter Sikorsky S-61A yang digunakan terbang dari Bandara Sultan Iskandar Muda menuju Bandara Malikussaleh, Lhokseumawe.
Tanpa mendarat, heli langsung mengangkat paket pertama menuju Bandara Rembele di Bener Meriah, kemudian kembali menjemput paket kedua dan ketiga tanpa jeda panjang.
Setiap menit disebut sangat berarti bagi warga yang tengah menunggu suplai energi.
VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan bahwa paket LPG disusun vertikal di atas palet dan diamankan menggunakan cargo net.
“Pengiriman dengan metode sling load ini telah kami koordinasikan dan dianalisa oleh BNPB dan HSSE Pertamina tingkat keamanannya,” ungkapnya.
Sejak awal Desember, Pertamina telah memanfaatkan berbagai moda udara untuk menyalurkan energi ke wilayah terdampak.
Namun penggunaan sling load untuk LPG menjadi langkah pertama yang dinilai paling efektif untuk memastikan dapur umum, posko pengungsian, dan rumah warga tetap memperoleh pasokan di tengah keterbatasan infrastruktur.


