Sumut Terparah! 5.500 Personel SAR Diterjunkan untuk Penanganan Darurat Bencana

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Operasi SAR tanggap darurat penanganan bencana Sumatera disebut yang terbesar sepanjang tahun 2025. Hal itu merujuk jumlah personel yang dikerahkan, perlengkapan alutsista dari udara, darat dan laut.

Demikian disampaikan Kepala Basarnas, Mohammad Syafii dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Senin,

Syafii menjelaskan pengerahan besar-besaran dari jumlah personel karena berdasarkan evaluasi pada hari keempat tanggap darurat. Dia bilang dari kondisi akibat gempa bahwa jalur darat tak bisa pulih dalam waktu cepat.

Dengan kondisi itu, sebagian besar bantuan dan evakuasi dilakukan lewat jalur udara.

Menurut dia, lebih dari 6.000 personel SAR dikerahkan untuk operasi tanggap darurat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dia menyebut jika berdasarkan luas wilayah terdampak, jumlah personel yang dikerahkan masih kurang.

“Jadi, kekuatan tersebut selain personel Basarnas yang diperkuat kantor SAR dari berbagai daerah, juga mesti melibatkan unsur potensi SAR, serta dukungan TNI-Polri dan relawan,” jelas Syafii.

- Advertisement -
Bencana banjir dan longsor di Sibolga dan Tapanuli Tengah.HOLOPIS
Bencana banjir dan longsor di Sibolga dan Tapanuli Tengah. (Foto: Basarnas)

 

Lebih lanjut, dia mencontohkan seperti penanganan di Aceh, personel yang dikerahkan mencapai 389 orang. Jumlah itu terdiri dari 165 personel Basarnas dan 224 SAR.

Syafii menuturkan personel Basarnas yang dikerahkan punya tugas yang berat yaitu menangani banjir dan longsor di wilayah yang aksesnya masih terputus seperti Aceh Utara, Bireuen, Pidie, dan kawasan pegunungan tengah.

Lalu, untuk wilayah Sumatera Utara, jumlah personel yang dikerahkan jumlahnya lebih banyak. Sebab, wilayah Sumut merupakan yang terparah dampak bencana.

Dari jumlah korban dan luas kerusakan, Sumut merupakan yang terbesar. Operasi SAR di Sumut dilakukan dengan 121 personel Basarnas yang didukung oleh 5.378 potensi SAR dari berbagai unsur.

Dengan demikian, kekuatan SAR di Sumut mencapai 5.500 personel. Beberapa kabupaten dan kota yang mengalami kerusakan parah yaitu Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Sibolga, hingga Mandailing Natal.

Adapun untuk penanganan bencana di Sumatera Barat, dikerahkan sebanyak 128 personel. Dukungan itu dibantu dengan kekuatan dari kapal dan helikopter Basarnas.

Sekitar 150 personel diterjunkan untuk penanganan bencana banjir dan longsor di Kabupaten Agam, Kota Pariaman, Kabupaten Solok, hingga Pasaman Barat.

Untuk mendukung di tiga provinsi itu, dikerahkan tiga unit helikopter, 10 unit drone thermal, tiga kapal laut, 61 perahu karet, 26 truk, hingga 29 unit mobil dobel gardan.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU