Venuzuela Geram AS Tuduh Maduro Kartel Teroris: Rekayasa Baru, Konyol!

0 Shares

HOLOPIS.COM, CARACAS – Pemerintahan Amerika Serikat (AS) Donald Trump bermanuver dengan menetapkan kartel de los Soles di Venezuela sebagai kelompok teroris. AS menyinggung kelompok gembong itu terkait dengan Presiden Nicolas Maduro.

Venezuela melalui Menteri Luar Negeri Yvan Gil pun merespons tudingan AS. Menurut dia, cara AS itu konyol karena sebagai rekayasa era pemerintahan Trump melalui Menlu AS Marco Rubio.

“Venezuela dengan tegas dan mutlak menolak rekayasa baru serta konyol yang dilakukan oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, yang menetapkan Kartel de los Soles sebagai organisasi teroris,” kata Yvan Gil di akun Telegram-nya yang dikutip dari trtwolrd, pada Selasa, (25/11/2025).

Yvan Gil menyinggung langkah AS itu seperti menghidupkan kembali ‘kebohongan’ yang terkenal dan keji untuk membenarkan intervensi yang tak sah serta ilegal terhadap Venezuela. Ia menekankan Venezuela ogah dengan manuver AS.

“Manuver baru ini akan bernasib sama dengan agresi sebelumnya dan yang berulang terhadap negara kami: kegagalan,” lanjut Yvan Gil.

Sebelumnya, pemerintah AS melalui Menlu AS Marco Rubio menyampaikan bahwa negaranya akan menetapkan kartel de los Soles sebagai organisasi teroris asing (FTO). Langkah AS itu karena dugaan peran organisasi de los Soles yang mengimpor obat-obatan terlarang ke AS.

- Advertisement -

Pemerintahan Trump menuding kartel itu terdiri dari pejabat tinggi termasuk Presiden Venezuela Nicolas Maduro. AS mengecap Maduro punya peran dalam kartel itu.

AS saat ini juga tengah meningkatkan kekuatan militer AS di Karibia.

Rezim Trump menuding sindikat yang dikenal sebagai ‘Kartel Matahari’ itu mengendalikan aparat dari kepolisian, militer, sampai penjaga pantai. Pengecapan kartel sebagai teroris itu pun dimasukkan dalam lembaran negara AS volume 90 Nomor 224 edisi Senin (24/11/2025).

Dengan ini, saya menetapkan organisasi tersebut di atas dan aliasnya masing-masing sebagai Organisasi Teroris Asing sesuai dengan Pasal 219 Undang-Undang Imigrasi dan Kewarganegaraan (INA),” demikian pernyataan tertulis Menlu AS Marco Rubio.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU