HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menegaskan pentingnya keterlibatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam memperkuat ekspor Indonesia.
Pria yang kadib disapa Busan tersebut menekankan, bahwa ekspor tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun pelaku usaha swasta, tetapi juga memerlukan kontribusi aktif dari BUMN yang memiliki kapasitas besar dalam produksi dan jaringan pasar.
“BUMN juga mesti mendorong ekspor kita untuk tumbuh. Kita itu negara besar, produksinya banyak,” ujar Mendag Busan pada acara Perluasan Pasar Ekspor ke Peru dan Tunisia: Potensi, Peluang, dan Tantangan IP-CEPA dan IT-PTA yang berlangsung di Auditorium PPEJP Kementerian Perdagangan, Selasa (25/11/2025).
Budi menilai BUMN memiliki peran strategis sebagai motor penggerak perdagangan. Dengan skala produksi yang besar dan infrastruktur yang kuat, BUMN dinilai mampu membuka jalan bagi peningkatan ekspor, baik untuk komoditas unggulan maupun produk industri bernilai tambah.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor dapat mempercepat penetrasi Indonesia ke berbagai pasar nontradisional. “Kita ada program desa ekspor, Di desa-desa itu banyak produk, cuman belum terstandarisasi,” ujarnya.
Selain menyoroti BUMN, Mendag juga menyampaikan bahwa pemerintah terus membangun kerja sama perdagangan internasional yang saling menguntungkan. Menurutnya, perjanjian dagang menjadi salah satu instrumen untuk memastikan pertumbuhan ekspor yang berkelanjutan.
“Kita ingin berdagang yang hadir, yang saling bermanfaat. Sehingga justru akan tumbuh ekspor masing-masing. Nah itu salah satu cara yang diterapkan adalah dengan membuat perjanjian,” jelasnya.


