HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kritik baru terhadap bitcoin kembali mencuat dari pendiri Bridgewater Associates, Ray Dalio. Ia menilai aset kripto tersebut masih menyimpan kelemahan mendasar sebagai penyimpan nilai jangka panjang.
Dalam pandangannya, sejumlah risiko teknologi dan kelemahan struktural membuat bitcoin sulit bersaing dengan emas, terutama ketika berbicara tentang stabilitas dan penggunaan oleh bank sentral.
Dalio menekankan bahwa bitcoin memang bisa disimpan secara mandiri oleh siapa pun yang memiliki akses internet. Namun, ia menggarisbawahi bahwa aset ini tetap bergantung pada jaringan global mesin yang memproses transaksi sebagai fondasi keamanannya.
Ketergantungan terhadap infrastruktur digital inilah yang menurut Dalio membuat bitcoin rentan dalam situasi krisis ekstrem, misalnya konflik geopolitik besar atau gangguan sistem global.
Ia juga kembali mengungkap keraguannya bahwa bitcoin dapat bertahan sebagai aset utama yang digunakan negara besar dalam tatanan ekonomi global, sebagai cadangan aset mereka.
“Saya pikir masalah bitcoin adalah tidak akan menjadi mata uang cadangan bagi negara-negara besar karena bisa dilacak dan secara konseptual dapat dikendalikan atau diretas, misalnya melalui komputasi kuantum,” kata Dalio, dikutip Holopis.com, Senin (24/11/2025).
Dalio menyoroti ancaman komputasi kuantum sebagai salah satu risiko terbesar jangka panjang. Meski kemampuan kuantum untuk menembus enkripsi bitcoin dinilai masih membutuhkan waktu bertahun-tahun, ia menyebut industri teknologi sudah mulai melakukan langkah pencegahan.
Hal ini semakin relevan setelah perusahaan teknologi besar, seperti Google, mengumumkan terobosan signifikan dalam pengembangan komputasi kuantum.
Ia juga mengingatkan bahwa transaksi bitcoin tercatat dalam buku besar publik (public ledger) yang dapat diakses siapa saja.
Menurutnya, pelacakan aliran dana menjadi relatif mudah apabila identitas pemilik dompet digital diketahui, kecuali jika pengguna menerapkan teknik penyamaran seperti coin mixers.
Kondisi tersebut semakin menguatkan pandangannya bahwa bitcoin tidak sepenuhnya memberikan privasi dan tidak cocok menjadi mata uang cadangan negara.


