Rp5 Triliun Raib! Peretasan Kripto Terbesar 2026 Picu Kepanikan di Dunia DeFi

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Peretas berhasil membobol sistem transfer antar blockchain atau cross-chain bridge kripto pada Sabtu (19/4/2026), dengan total aset yang dicuri mencapai USD 293 juta atau sekitar Rp 5,03 triliun (kurs Rp 17.185 per USD). Insiden ini langsung menjadi peretasan Decentralized Finance (DeFi) terbesar sepanjang 2026.

Dikutip Holopis.com dari Bloomberg pada Senin (20/4), serangan tersebut menargetkan aset kripto jenis rsETH—token turunan dari Ether (ETH)—sebanyak 116.500 unit yang telah diinvestasikan dalam ekosistem DeFi.

- Advertisement -

Penerbit token tersebut, Kelp DAO, mengonfirmasi adanya aktivitas mencurigakan lintas jaringan yang memicu langkah darurat.

“Kami mengidentifikasi aktivitas lintas chain mencurigakan yang melibatkan rsETH. Kami telah menghentikan sementara kontrak rsETH di mainnet dan beberapa L2 sambil melakukan investigasi,” kata Kelp DAO, dikutip Holopis.com.

- Advertisement -

Kelp DAO sendiri dikenal sebagai protokol restaking yang memungkinkan pengguna menyetor token staking seperti stETH atau cbETH, lalu menerima rsETH sebagai imbalannya.

Token itu kemudian dapat dimanfaatkan di berbagai aplikasi kripto lain sambil tetap menghasilkan imbal hasil, membuatnya tersebar luas di berbagai platform pinjaman hingga likuiditas terdesentralisasi.

Namun, justru fleksibilitas ini menjadi pedang bermata dua. Dalam ekosistem DeFi, satu aset bisa digunakan berlapis-lapis di berbagai platform. Ketika satu titik mengalami gangguan, dampaknya bisa menjalar ke seluruh sistem.

Firma keamanan siber Cyvers menilai insiden ini bukan sekadar peretasan biasa, melainkan krisis yang berpotensi sistemik.

“Ini bukan sekadar eksploitasi satu protokol, tetapi langsung menjadi peristiwa contagion lintas protokol,” kata firma keamanan Cyvers.

Chief Technology Officer Cyvers, Meir Dolev, bahkan mengungkapkan bahwa kerugian bisa saja jauh lebih besar jika respons tidak dilakukan cepat.

Menurutnya, sistem hanya berjarak tiga menit dari potensi tambahan kerugian hingga USD 100 juta sebelum akhirnya berhasil dicegah.

Peretasan ini melampaui insiden sebelumnya pada proyek berbasis Solana, Drift, dan kini resmi menjadi kasus peretasan DeFi terbesar tahun ini.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru