Turut hadir Kepala Pusat Kebijakan Perdagangan Internasional Kemendag Rifan Ardianto dalam diskusi panel sesi I yang bertema “Toward the New Global Economic Arrangement: The Role of Multilateral and Regional Arrangements”. Diskusi menyoroti implikasi bagi masa depan tata kelola perdagangan global serta bagaimana Indonesia, Eropa, dan ASEAN dapat menavigasi transformasi ini untuk memajukan kerja sama ekonomi yang lebih tangguh dan inklusif.
Rifan memaparkan, Indonesia berupaya menjaga keseimbangan antara legitimasi multilateral dan fleksibilitas bilateral. Bukan mengabaikan aturan sistem perdagangan multilateral, tetapi memanfaatkannya untuk memperluas peluang pasar global. Indonesia memiliki kerangka kerja perdagangan internasional dengan empat prinsip utama, yaitu inklusivitas, transparansi, implementasi berbasis aturan, dan berorientasi pembangunan.
Dialog strategis ini digelar secara hibrida dan dihadiri 50 peserta secara luring. Program Associate FPCI Yossi sebagai peserta menyatakan antusiasmenya mengikuti jalannya dialog. “Menarik bagi saya mengikuti pembahasan bagaimana Indonesia dan UE menghadapi dinamika perdagangan global yang sedang mengalami ketidakpastian. Strategi kedua belah pihak patut kita cermati,” jelas Yossi.


