HOLOPIS.COM, NTT – Proyek bangunan ruangan rawat inap RSUD Borong, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan bagian dari agenda pembangunan fasilitas baru untuk perluasan di berbagai rumah sakit umum daerah (RSUD) Borong, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan kesehatan bagi pasien.
Kepala Bidang Fasilitas Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Manggarai Timur, Benediktus Samsu melalui pejabat pembuat komitmen (PPK), Salomon Ivan Saka, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan sarana gedung rawat ini berjalan lancar tanpa kendala.
Ivan memastikan kualitas dari pekerjaan bangunan itu tetap menjadi prioritas utama. Tentu sarana rawat inap dibangun untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, memastikan keselamatan pasien atau dijadikan pelayanan kesehatan yang paripurna.
“Progres pengerjaanya sudah masuk 50 persen, dan material 85 persen onside. Pekerjaan terus dikebut oleh pihak pelaksana hingga selesai sesuai kontrak pada Desember 2025. Tapi soal kualitas tetap jadi perhatian utama,” kata Ivan, Rabu (22/10/2025).
Ia menjelaskan, pembangunan RSUD Borong yang berlokasi di lingkaran pusat kantor Pemerintahan Kabupaten Matim, Lehong, Kecamatan Borong, terkontrak pada 27 Juni 2025 dengan nomor kontrak PPK/RSUD/Fisik/DAK/RI/01/VI/2025 dengan durasi kerja 185 hari kalender.
Lanjut Ivan, proyek ini menelan biaya sebesar Rp 19.015.387.558, dan bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2025 dengan kontraktor pelaksana yakni PT Cahaya Putra Sampurna. Sementara konsultan perencana dan pengawas adalah CV Widra 4 dan PT Citra Ngada Plan.
“Melihat kemajuan pekerjaan saat ini, saya optimis bisa rampung sesuai target, dan kalau tidak ada kendala, tahun depan sudah bisa dimanfaatkan. Pastinya, progres pekerjaan terus kami pantau ketat agar tidak ada keterlambatan,” terang Ivan.
Ia juga mengatakan, selain rawat inap, pemerintah Kabupaten Matim melalui Dinas Kesehatan mengalokasikan anggaran pembangunan sekira belasan Puskesmas, dan sejumlah fasilitas kesehatan (Faskes) lainya. Sebut saja Empat Faskes yang tersebar di sejumlah kecamatan dengan nilai kontrak diatas Rp 1 miliar.
Ivan menyebut Empat Faskes tersebut masing-masing, pekerjaan penambahan ruang Puskesmas Lawir di Kecamatan Lamba Leda Timur dengan nial kontrak sebesar Rp 3.332.184.598 bersumber dari DAK. Pelaksana pada proyek ini adalah CV Muara Mas dan terkontrak pada 1 Juli 2025.
Selain itu sebut Ivan, pembangunan sarana gedung Puskesmas Ntaur di Kecamatan Rana Mese dengan nilai kontrak sebesar Rp 1.691.579.153 yang bersumber dari Dana Insentif Fiskal (IF). Pelaksananya adalah CV Darnia Indah dan terkontrak pada I Juli 2025.
Lalu lanjut Ivan, pekerjaan penambahan ruang Puskesmas Wukir, Elar Selatan senilai Rp 3.306 654.536 bersumber DAK dengan pelaksana CV Jawa Mai, dan terkontrak 1 Juli 2025. Kemudian, pembangunan gedung Laboratorium Kesehatan Daerah di Kecamatan Borong dengan nilai kontrak sebesar Rp 11.296.914.686.


