Sensasi Berinteraksi dengan Hiu Paus Sambil Menjaga Ekowisata Berkelanjutan

0 Shares

GORONTALO Desa Botubarani di Bone Bolango, Gorontalo, bukan sekadar destinasi biasa. Di perairan dangkalnya, wisatawan disuguhi pemandangan langka yaitu kehadiran hiu paus (Rhincodon typus), si raksasa laut yang ramah.

Keunikan ini yaitu melihat mamalia air terbesar di dunia dari jarak sangat dekat, bahkan dari bibir pantai menjadikan Botubarani sebagai permata ekowisata Indonesia. Namun, daya tarik besar ini membawa tanggung jawab besar pula. Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa baru-baru ini mengunjungi Botubarani untuk menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan atraksi unik ini.

Dalam dialog bersama masyarakat setempat, Wamenpar Puspa menekankan bahwa masa depan pariwisata Botubarani bergantung pada prinsip konservasi yang ketat. “Pesan Bu Menteri Pariwisata jelas, kita harus menjaga area konservasi dan kelestarian hiu paus agar daya tarik wisata ini tetap ada di masa depan,” ujarnya.

Pesan ini ditujukan langsung kepada wisatawan dan warga. Interaksi harus dilakukan secara bertanggung jawab. Aturan wajibnya meliputi menjaga jarak aman, tidak memberi makan langsung hiu paus, dan memastikan perairan tetap bersih dari polusi. Botubarani diposisikan bukan hanya sebagai tempat melihat, melainkan sebagai tempat belajar menjadi turis yang bertanggung jawab.

Daya tarik Botubarani memang luar biasa. Wisatawan kini tidak hanya bisa menaiki perahu nelayan, tetapi juga mencoba pengalaman unik dengan perahu transparan yang memungkinkan pandangan ke bawah laut tanpa hambatan. Pengalaman ini semakin modern dengan adanya opsi berfoto dengan bantuan drone, menangkap citra hiu paus dari udara dengan latar belakang yang jernih.

Meskipun hiu paus adalah bintang utamanya, Wamenpar juga mendorong masyarakat untuk berinovasi menciptakan atraksi pendukung. Pengembangan Desa Wisata Religi Bubohu Bongo dan perbaikan fasilitas umum di Pantai Dulanga adalah contoh langkah diversifikasi agar pengunjung memiliki pengalaman menyeluruh di Gorontalo.

- Advertisement -

Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Botubarani, Wahab Matoka, menyampaikan bahwa pariwisata telah membawa perubahan ekonomi nyata bagi warga. Ambisi lokal pun melambung tinggi. “Kami ingin wisata di sini berbeda dari Bali, tetapi jumlah pengunjungnya bisa setara dengan Bali,” kata Wahab optimistis.

Untuk mewujudkan mimpi ini, masyarakat Botubarani mengajukan permintaan dukungan pengadaan rumpon plankton. Rumpon ini berfungsi sebagai feeding ground (tempat mencari makan) alami, yang dipercaya mampu menarik plankton dan biota laut lain. Dengan ekosistem yang kaya dan stabil, hiu paus diharapkan akan semakin sering hadir, menjamin kesinambungan atraksi bagi wisatawan.

Pengembangan Botubarani ke depan akan menjadi studi kasus penting tentang bagaimana keseimbangan antara pelestarian satwa langka dan pengembangan ekonomi lokal dapat tercapai. Gorontalo kini memegang peta jalan untuk menjadi destinasi ekowisata yang tidak hanya indah, tetapi juga bertanggung jawab.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dede Suhadi
Dede Suhadi
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU