Manajer Timnas 3×3 U17 Putra Johanes Nawawi menjelaskan bahwa peta persaingan di kategori Putra dan Putri di SEABA 3×3 U17 terbilang sangat ketat. Ini karena tim-tim unggulan seperti Thailand, Malaysia, Vietnam dan tim tuan rumah Singapura mengirimkan skuad terbaiknya.
“Namun sisi positif yang kita ambil juga adalah sistem jumlah game-nya sangat banyak dimainkan di masing-masing sektor, sehingga pengalaman yang didapatkan untuk pemain sangat bagus,” jelas John, sapaan karib Johanes Nawawi, sebagaimana informasi yang diterima Holopis.com.
John menambahkan, untuk target Timnas 3×3 U17 akan mencoba dapat menembus babak final. Peluang itu terbuka meski butuh usaha keras.
“Kami mencoba menembus final untuk ajang pertama dalam sejarah SEABA 3×3 U17 ini. Coach Edo dan Coach Liana yang saat ini membawa tim di ajang SEABA 3×3 U17 ini juga sangat baik dalam melakukan adjustment dari game ke game. Jadi kami optimistis kasih result terbaik buat Indonesia,” jelasnya.
“Kami mohon dukungan kepada masyarakat Indonesia agar perjuangan para pemain di Singapura ini tidak ada kendala apapun dan bisa bawa bangga Indonesia,” lanjutnya.
Sementara itu, di saat yang sama Timnas 3×3 Putra Senior di bawah kendali Coach Fandi Andika Ramadani membangun kekuatan di GOR POPKI Cibubur untuk menghadapi ajang selanjutnya. Usai tampil di Manila Challenger, Timnas selanjutnya akan ambil bagian di Kaohsiung City Challenger di China Taipei, pekan depan.
Di sela-sela kesibukannya, Coach Fandi Andika Ramadani akan menularkan metode melatih Tim 3×3 kepada para pelatih yang ikut pelatihan pelatih bola basket 3×3 di Surabaya. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama DPP PERBASI dengan Kemenpora yang berlangsung di Surabaya, 25-30 September 2025.
“Momen itu menjadi langkah tepat menyelaraskan program kepelatihan yang ada di timnas sampai ke daerah. Sehingga pemain daerah yang nantinya masuk timnas bisa langsung adaptasi program dengan cepat,” jelas Coach Rama, sapaan karib Fandi Andika Ramadhani


