JAKARTA – FIFA resmi menjatuhkan sanksi kepada Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) untuk Timnas Malaysia beserta tujuh pemain naturalisasinya. Ada pun sanksi itu diberikan Komite Disiplin FIFA berkaitan dengan pemalsuan dokumen.
Perlu diketahui bersama, bahwa kasus ini bermula usai laga antara Timnas Malaysia kontra Vietnam di Babak 3 Kualifikasi Piala Asia 2017 lalu, dimana Vietnam kandas dengan skor besar.
Di laga itu, Timnas Malaysia sudah dipenuhi pemain naturalisasi, yang kemudian mencuat kecurigaan atas kelayakan para pemain tersebut dari segi administrasinya.
Vietnam diduga melaporkan kejanggalan tersebut ke FIFA, yang kemudian pemeriksaan proses administrasi tujuh pemain naturalisasi itu dimulai.
Kemudian hasilnya, FIFA mengklaim bahwa ada pelanggaran pasal 22 Kode Disiplin FIFA, soal pemalsuan dan manipulasi dokumen.
Ada pun tujuh pemain naturalisasi yang tersandung dugaan kasus pemalsuan dokumen di Timnas Malaysia tersebut yakni Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomás Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.
Komite Disiplin FIFA pun kemudian resmi menjatuhkan sanksi mulai denda hingga hukuman larangan bermain.
Sanksi dari FIFA kepada FAM yakni berupa denda sebesar 350 ribu CHF (Swiss Franc) atau setara Rp 7,3 miliar. Di sisi lain, tujuh pemain naturalisasi tersebut masing-masingnya didenda sebesar 2 ribu CHF atau sekitar Rp 42 juta.
Selain denda, sanksi paling berat bagi para pemain tersebut yakni pembekuan atau larangan aktivitas di dunia sepakbola selama 12 bulan alias satu tahun, baik di level timnas maupun klub.
FAM bisa saja lepas dari jerat sanksi tersebut seandainya bisa membuktikan kebenaran mengenai dugaan pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi tersebut, sebab FIFA memberikan tenggat waktu bagi FAM untuk mengajukan banding.


