Komitmen LMKN dan Pemerintah Mengenai Transparansi Royalti Musik

0 Shares

JAKARTA – Di balik gemerlap panggung dan lirik-lirik yang menggerakkan jutaan pendengar, tersimpan sebuah tantangan besar untuk memastikan para pencipta lagu mendapatkan hak yang layak dari karya mereka.

Selama ini, isu royalti seringkali menjadi “benang kusut” yang sulit terurai. Namun, sebuah pertemuan di kantor Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) pada Jumat (12/09/2025) mungkin menjadi awal dari babak baru yang dinanti-nantikan.

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi dari jajaran baru Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN). Pertemuan ini bukanlah sekadar agenda formal, melainkan sebuah deklarasi komitmen untuk merevolusi ekosistem musik nasional.

Menteri Teuku Riefky menegaskan bahwa musik adalah “pilar strategis” yang harus didukung dengan pondasi tata kelola yang kuat agar mampu bersaing di kancah global.

LMKN, yang kini dipimpin oleh Ketua Pencipta Andi Mulhanan Tombolotutu dan Ketua Hak Terkait Marcell Kirana H. Siahaan, datang membawa sebuah visi ambisius: sistem royalti yang transparan, adil, dan berbasis teknologi.

“Kami bermimpi sebuah sistem digital dan real time,” ujar Andi. Misi ini bukan hanya tentang membagikan uang, tetapi tentang membangun kepercayaan. Dengan teknologi, setiap putaran lagu, setiap streaming, dapat terekam secara akurat, memastikan tidak ada hak yang terlewat. Namun, ia menyadari, ini adalah misi kolosal yang membutuhkan dukungan semua pihak.

Marcell menambahkan, tantangan terbesar mereka saat ini adalah distribusi. “Perhitungan royalti harus jelas dan user-based, sehingga mudah dipahami oleh semua pihak,” tegasnya.

Ini adalah janji yang langsung menyentuh hati para musisi, yang selama ini sering merasa perhitungan royalti mereka tidak jelas. Komitmen ini menandai pergeseran dari sistem yang rumit menjadi sistem yang berfokus pada akuntabilitas dan keterbukaan.

Pertemuan ini diakhiri dengan kesepakatan untuk membentuk forum koordinasi rutin. Sebuah langkah kecil, namun penuh makna, yang menunjukkan bahwa pemerintah dan LMKN serius dalam mewujudkan mimpi ini.

Dengan kolaborasi yang solid, industri musik Indonesia tidak hanya akan menjadi sumber hiburan, tetapi juga motor penggerak ekonomi yang memberikan kesejahteraan yang adil bagi para pahlawan di baliknya yaitu para pencipta dan pemilik hak terkait.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Dede Suhadi
Dede Suhadi
Tim Redaksi :

BACA LAINNYA