35 tahun kemudian, pada 9 September 1983 Presiden Soeharto mengumumkan Hari Olahraga Nasional seiring dengan peresmian purnapugar Stadion Sriwedari Surakarta, Solo, Jawa Tengah. Kemudian, dipilihnya tanggal 9 September sebagai Hari Olahraga Nasional didasari pada pembukaan PON pertama di Surakarta tahun 1948.
Setelah itu, pada 7 September 1985, Hari Olahraga Nasional atau Haornas resmi ditetapkan pada tanggal 9 September, sesuai Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 67 Tahun 1985.
Tema Haornas ke-42 2025
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Dito Ariotedjo dalam pernyataannya terkait peringatan Haornas tahun ini, menyebut bahwa Haornas ke-42 2025 mengusung tema ‘Olahraga Satukan Kita‘.
“Tema ini mengandung makna mendalam bahwa olahraga bukan sekadar sarana untuk meraih prestasi, tetapi juga wahana untuk memperkokoh persatuan bangsa.”
“Tema tersebut menjadi sangat relevan dengan kondisi sosial politik bangsa kita belakangan ini. Olahraga mengajarkan kita sportivitas, menghormati lawan, dan menerima hasil dengan lapang dada. Nilai-nilai ini adalah teladan yang bisa kita terapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Seperti dalam olahraga, kemenangan terbesar bukan hanya saat kita mengangkat piala, melainkan ketika kita mampu saling menghargai, saling mendukung, dan memandang perbedaan sebagai kekuatan untuk bersatu.”
“Melalui HAORNAS 2025, marilah kita jadikan olahraga sebagai budaya nasional. Olahraga tidak boleh hanya menjadi aktivitas mingguan atau acara tahunan, melainkan gaya hidup masyarakat Indonesia. Setiap keluarga, sekolah, kampus, komunitas, dan kantor harus menjadi pusat gerakan olahraga, agar bangsa ini semakin bugar, produktif, dan siap bersaing di kancah dunia global.”


