Satu-satunya cara agar Indonesia bisa mengikuti kompetisi tersebut yakni menggunakan paspor Belanda. Namun para atlet tetap berpegang teguh ingin membela Tanah Air.
Alhasil, atlet Indonesia ditolak mentah-mentah untuk berpartisipasi di Olimpiade London 1948 tersebut.
Kemudian, sebagai gantinya PORI membuat sebuah pentas olahraga nasional bernama Pekan Olahraga Nasional (PON).
Awal Mula Haornas
Tujuan diadakannya PON pertama sejatinya untuk menunjukan kepada dunia bahwa Indonesia bisa sukses menyelenggarakan pesta olahraga berskala Internasional.
Meski penyelenggaraan PON pertama banyak menemui masalah, seperti hal nya dari segi dana, waktu hingga keberadaan kolonial Belanda, namun PON I tetap sukses diselenggarakan dan dibuka oleh Presiden Soekarno kala itu.
Kemudian, tercetus lah Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) pada 9 September, sebagai salah satu cara untuk mengenang kompetisi PON pertama tersebut.
Haornas sempat diusulkan untuk diperingati di setiap tanggal 8 September. Kemudian diadakan Sidang Paripurna KONI XIII di Senayan, Jakarta pada tanggal 16-17 Mei 1983, lalu diusulkan lagi menjadi tanggal 10 September oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang kala itu menjabat Ketum KONI Pusat.
Sidang tersebut kemudian memutuskan bahwa PON XI digelar di Jakarta, tanggal 8 September, yang sekaligus ditetapkan sebagai Hari Olahraga.


