JAKARTA – Pengamat terorisme Ulta Levenia Nababan mengatakan bahwa aksi demonstrasi yang beberapa waktu terakhir terjadi pada bangsa Indonesia merupakan cara yang paling mudah dilakukan masyarakat untuk menunjukkan aspirasi dalam sistem bernegara. Hal itu disampaikannya melalui podcast yang diunggah dalam kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, pada Sabtu (6/9).
“Saya melihat cara paling mudah untuk bernegara itu adalah memang mengekspresikan lewat protes. Itu cara paling mudah teriak, protes, demo begitu,” kata Ulta, seperti dikutip Holopis.com, Minggu (7/9/2025).
Menurutnya, menyusun undang-undang yang benar-benar mengutamakan kepentingan rakyat adalah tantangan terbesar dalam bernegara.
“Tapi cara yang paling sulit itu adalah yang pernah Bang Akbar lakukan. Benar-benar mengerjakan itu, benar-benar membuat itu dalam suatu bentuk undang-undang yang pro rakyat mendiskusikan. Bang Akbar sendiri mengalami hal itu waktu di legislatif,” ujarnya.
Ulta mengatakan bahwa polemik yang belakangan ini mencuat di muka publik membutuhkan respon cepat dari pemerintah, akan tetapi respon cepat tersebut membutuhkan proses yang harus dilalui sebelum mengambil sebuah keputusan atau tindakan.
“Dan menurut saya memang butuh respon cepat terhadap kondisi sekarang, tapi kan kita punya proses-proses yang harus dilewati juga, Bang,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan, ketika ada kritik dari luar yang mengharapkan perubahan segera dari pemerintah, namun tidak menyadari bahwa menjalankan sebuah kenegaraan memerlukan proses yang tidak sederhana.
“Jadi ketika saya dengar beberapa dari luar sana, mana ininya, mana itunya. Ini kan bukan proses bernegara yang gampang, Bang. Ada proses yang harus dilakukan,” tuturnya.
Usai melihat fenomena seperti itu, Ulta menegaskan bahwa bangsa Indonesia tidak menganut sistem tirani. “Dan kita kan bukan dalam sistem tirani,” tegasnya.
Namun, kata Ulta, Trias politika yang meliputi legislatif, eksekutif, dan yudikatif, sangat penting untuk dijaga lantaran menjadi syarat utama bagi sebuah negara demokrasi.
“Tapi kan Trias politika itu perlu dijaga. Itu persyaratan paling vital untuk menjadi negara demokrasi. Jadi saya tuh agak bingung waktu dengar kayak gitu,” imbuhnya.


