JAKARTA – Mensetneg (Menteri Sekretaris Negara) Prasetyo Hadi memastikan bahwa pihak pemerintah belum melakukan pembahasan internal pasca PDIP deklarasi menyatakan mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Bahkan, Prasetyo membantah bahwa pemerintah sudah membahas jatah kursi atau jabatan di kabinet setelah deklarasi PDIP yang disampaikan Megawati Soekarnoputri.
“Belum ada pembicaraan ke sana,” kata Prasetyo dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com, Senin (4/8).
Prasetyo menyebut bahwa posisi PDIP yang sudah menyatakan mendukung tidak otomatis membuat Presiden memberikan jatah kursi di kabinet.
“Mendukung kan tidak selalu harus bergabung di dalam pemerintahan,” imbuhnya.
Hal tersebut menurut Prasetyo, memang sesuai dengan posisi pemerintahan yang membutuhkan penyeimbang dalam menjalankan negara.
“Memang pemerintah juga butuh check and balance, butuh masukan, butuh penyeimbang. Tidak ada masalah,” tukasnya.
Sebelumnya, Megawati Soekarnoputri menegaskan partainya tak memosisikan diri sebagai oposisi atau berkoalisi. Megawati mengatakan partainya akan mendukung kebijakan pemerintah selama berpihak kepada rakyat.
Megawati mengatakan demokrasi Indonesia bukan merupakan demokrasi bersifat blok-blokan kekuasaan. Namun dia mengatakan demokrasi Indonesia bertumpu pada kedaulatan rakyat dan konstitusi.
“Oleh karena itu, PDIP tidak memosisikan sebagai oposisi dan juga tidak semata-mata membangun koalisi kekuasaan. Kita adalah partai ideologis, yang berdiri di atas kebenaran, berpihak pada rakyat,” ujarnya.
“Dan bersikap tegas sebagai partai penyeimbang, demi menjaga arah pembangunan nasional tetap berada di dalam rel konstitusi dan kepentingan rakyat banyak,” tutupnya.

