JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyayangkan kejadian penyerangan rumah ibadah agama tertentu masih berulang terjadi di Indonesia.
Oleh karena itu, Nasaruddin menyebut bahwa pihaknya bakal menyiapkan solusi jangka pendek dan jangka panjang untuk mencegah peristiwa serupa terulang lagi.
“Kementerian Agama punya falsafah sendiri, kalau seperti ini kejadiannya jangan-jangan nanti akan ada lagi,” kata Nasaruddin dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com, Selasa (29/7).
Salah satu langkah antisipasinya, Nasaruddin menyebut perlu adanya penerapan kurikulum cinta dalam pembelajaran di sekolah.
“Maka itu, kami selaku Menteri Agama mencari pendekatan lain dengan cara memperkenalkan kurikulum cinta,” ucapnya.
Dengan adanya kurikulum cinta, Nasaruddin yakin setidaknya bisa menghilangkan sikap intoleransi antar umat beragama.
“Kurikulum cinta ini secara mendasar akan kita obsesikan untuk menghilangkan segala bentuk kecurigaan dan kesalahpahaman antara satu sama lain,” tukasnya.
Sebelumnya, ibadah yang dilaksanakan di rumah doa Jemaat Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) di Padang, Sumatera Barat, dibubarkan massa. Peristiwa itu terjadi di RT 03 RW 09, Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah Padang, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Aksi massa yang diwarnai perusakan itu terjadi pada Minggu (27/7) petang.


