Penjelasan Red String Theory, Fiktif atau Beneran Perjalanan Jodoh

0 Shares

JAKARTA – Sobat Holopis pernah mendengar istilah Red String Theory tidak? atau teori benang merah yang sering dibahas di media sosial dan para generasu muda? Sebenarnya, teori ini bukanlah bagian dari ilmu fisika atau sains modern, melainkan sebuah konsep filosofis dan romantis yang berasal dari budaya Timur, terutama dari Tiongkok dan Jepang. Meskipun tidak ilmiah, kepercayaan ini begitu populer dan telah menginspirasi banyak kisah cinta di buku, film, hingga drama.

Bahkan teori ini juga diduga menjadi inspirasi drama Korea Selatan S Line yang saat ini sedang viral. Meskipun sebenarnya dalam drama S Line, tidak ada katiannya dengan teori garis merah dan maknanya juga berbeda.

Agar tidak semakin penasaran, yuk, kita kenali lebih dalam apa sebenarnya Red String Theory itu!

Asal-usul Red String Theory

Red String Theory atau benang merah takdir berasal dari mitologi Tiongkok kuno. Dalam kepercayaan ini, dipercaya bahwa dewa takdir (Yue Lao) mengikat seutas benang merah tak terlihat di pergelangan kaki (atau jari kelingking, tergantung versi budaya) dua orang yang ditakdirkan untuk bersama, tidak peduli seberapa jauh jaraknya, waktu, atau keadaan mereka saat ini.

Dalam versi Jepang, benang merah sering dihubungkan dengan jari kelingking kiri. Konsep ini dikenal dengan sebutan “akai ito” yang secara harfiah berarti benang merah dan dipercaya menghubungkan dua jiwa yang saling berjodoh.

Makna Simbolis

Benang merah ini adalah simbol dari takdir cinta yang tidak bisa dihindari. Meskipun benangnya mungkin meregang, kusut, atau tertunda karena waktu dan keadaan, ia tidak akan pernah putus. Artinya, dua orang yang sudah terikat oleh benang merah akan tetap bertemu dan bersatu pada waktunya, tidak peduli berapa lama mereka harus menunggu atau sejauh apa mereka harus menempuh perjalanan hidup.

- Advertisement -

Bagi sebagian orang, Red String Theory membawa harapan dan keyakinan bahwa cinta sejati akan datang pada saat yang tepat, tanpa perlu dikejar secara terburu-buru.

Popularitas dalam Budaya Pop (Pop Culture)

Red String Theory sudah menjadi bagian penting dalam berbagai cerita populer. Banyak film Asia, drama Korea, hingga anime Jepang yang mengangkat tema ini. Contoh paling terkenal adalah film anime Your Name (Kimi no Na wa), di mana benang merah muncul secara visual sebagai simbol koneksi takdir antara dua tokoh utama.

Di media sosial, teori ini juga sering muncul dalam bentuk kutipan romantis, ilustrasi manis dua orang yang terhubung benang merah, hingga kalung atau gelang benang merah yang dijual sebagai simbol keberuntungan dalam cinta.

Red String Theory vs. Soulmate

Konsep ini sering dianggap mirip dengan ide soulmate atau belahan jiwa. Namun, Red String Theory lebih menekankan pada perjalanan menuju pertemuan, bukan hanya pada kecocokan batin.

Sobat Holopis percaya tidak Red String Theory?

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU