JAKARTA – Bencana banjir kompak merendam pemukiman warga baik yang ada di Kabupaten maupun Kota Tangerang sejak beberapa hari yang lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi dan durasi yang cukup lama menyebabkan banjir di tiga kecamatan yang ada di Kota Tangerang.
Banjir dengan tinggi muka air mencapai 20-100 sentimeter ini merendam Kelurahan Uwung Jaya yang berada di Kecamatan Cibodas, Kelurahan Sangiang Jaya, Kelurahan Gembor dan Kelurahan Gebang Jaya di Kecamatan Periuk serta Kelurahan Jatake yang berada di Kecamatan Jatiuwung.
“Berdasarkan data yang diterima ercatat sebanyak 280 KK dan 280 rumah terdampak serta enam warga mengungsi,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Senin (30/6).
Bencana banjir ini diketahui juga merendam lima akses jalan sehingga menyebabkan terganggunya arus lalu lintas serta aktivitas sosial masyarakat.
Peristiwa serupa juga terjadi di Kabupaten Tangerang, tingginya intensitas hujan dengan durasi yang cukup lama menyebabkan meluapnya Kali Sabi sehingga mengakibatkan permukiman warga terendam sejak beberapa hari lalu.
Banjir dengan ketinggian air 30-60 sentimeter ini merendam Kelurahan Bojong Nangka dan Kelurahan Bencongan di Kecamatan Kelapa Dua, tercatat sebanyak 935 KK dan 935 unit rumah terdampak.
“Akibat kejadian ini menyebabkan beberapa akses jalan utama terendam sehingga mengakibatkan kendaraan terhambat serta terganggunya arus lalu lintas masyarakat,” ungkapnya.
BPBD Kabupaten Tangerang lakukan upaya penanganan darurat serta memberikan bantuan logistik kepada warga terdampak dan terus berkoordinasi dengan instansi terkait.
Abdul kemudian mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama musim kemarau. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan membersihkan saluran air, memeriksa atap, memangkas pohon rawan tumbang, dan menyiapkan rencana evakuasi.
“Ikuti informasi cuaca dari instansi resmi untuk meningkatkan kesiapsiagaan,” imbaunya.

