JAKARTA – Perdana Menteri Narendra Modi mengaku terkejut setelah terjatunya pesawat Air India pada hari ini, Kamis 12 Juni 2025. Pesawat yang seharusnya sampai di London itu terjatuh tak lama setelah lepas landas. Narendra mengatakan bahwa ini adalah kabar yang sangat menyayat hati.
“Tragedi Ahmedabad telah mengejutkan dan membuat kami sedih. Sungguh menyayat hati yang tak terlukiskan,” kata Narendra Modi, dikutip Holopis.com, Kamis (12/6/2025).
Narendra kemudian mengatakan bahwa saat ini pikirannya sedang fokus terhadap para keluarga yang ditinggalkan dan mereka yang terkena dampak. Ia juga menjelaskan sudah menghubungi par amenteri agar membantu para kerabat yang terkena dampak.
“Di saat yang menyedihkan ini, pikiran saya tertuju pada semua orang yang terkena dampaknya. Saya telah menghubungi para menteri dan pihak berwenang yang tengah berupaya membantu mereka yang telah terkena dampak,” kata Narendra.
Sebagai informasi, pesawat Boeing 787 Dreamliner Air India terjatuh di daerah pemukiman dekat Bandara Ahmedabad. Pesawat yang seharusnya terbang menuju London, Inggris tersebt terjatuh tak lama setelah lepas landas. Pesawat yang membawa 242 orang itu diduga tidak meninggalkan korban selamat sama sekali.
Sebelumnya, Menteri Penerbangan India Ram Mohan Naidu Kinjarapu memberikan perintah kepada semua pihak agar tanggap melakukan penyelamatan dan mengerahkan semua bantuan medis.
Namun polisi setempat mengatakan bahwa kemungkinan dari lokasi, tidak ada korban yang selamat. Seorang perwira tinggi, Kanan Desai, menjelaskan bahwa sebanyak 200 juta jenazah sudah ditemukan di lokasi kecelakaan.
Dari 242 orang, terdapat 169 warga negara India, 53 negara Inggris, tujuh warga negara Portugis, serta satu warga negara Kanada. Sementara itu bandara London Gatwick mengatakan pesawat tersebut seharusnya mendarat pada pukul 18.25 waktu Inggris di hari Kamis.
Namun situs pelacak penerbangan Flightradar menunjukkan bahwa sinyal terakhir yang diterima dari pesawat adalah kurang dari 1 menit sesudah lepas landas.
Perlu diketahui, ini adalah kecelakaan pertama Boeing 787 Dreamliner. Pesawat berbadan lebar dan bermesin ganda itu sudah melakukan 5 juta penerbangan dalam 14 tahun sejak penerbangan perdananya.

