Pengamat Hubungan Internasional Sebut Trump Memang Kesal dengan Harvard

16 Shares

JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru saja membuat kebijakan yang membuat heboh dunia pendidikan internasional. Presiden ke-47 Amerika Serikat tersebut melarang Universitas Harvard untuk menerima mahasiswa internasional. Hal tersebut pun mengundang banyak polemik, termasuk dari Universitas Harvard sendiri.

Pengamat Hubungan Internasional Hikmahanto Juwana mengatakan bahwa gertakan dari Donald Trump itu diakibatkan rasa tidak suka Donald Trump terhadap Harvard yang dinilai selalu melawan kebijakannya.

- Advertisement -

“Donald Trump itu tidak suka dengan Harvard yang melawan kebijakannya, universitas untuk tidak menyuarakan antisemistisme, menentang Israel. Apalagi mahasiswa sudah banyak bepihak ke Palestina. Mahasiswa-mahasiswa itu menganggap ini genosida,” kata Hikmahanto saat dihubungi Holopis.com, Jum’at (23/5/2025).

Karena Harvard tak juga menuruti Donald Trump, akhirnya subsidi yang biasanya diberikan oleh pemerintah Amerika Serikat kemudian dibatasi. Namun hal tersebut tak juga membuat Harvard ciut, dan melawan kebijakan Donald Trump yang dinilai tidak masuk akal.

- Advertisement -

“Tapi itu juga dilawan (oleh Harvard), sekarang sedang diproses di pengadilan. Harvard tetap masih keras pokoknya kita lawan terus,” lanjut Hikmahanto.

Padahal, Hikmahanto menjelaskan bahwa mahasiswa internasional adalah salah satu tumpuan utama universitas-universitas di Amerika Serikat, karena biaya kuliah yang lebih mahal untuk mahasiswa asing, belum lagi tak semua masyarakat Amerika yang mau kuliah di universitas.

Bagaimana Nasib Mahasiswa Indonesia?

Mahasiswa dari Indonesia juga tak sedikit yang kuliah di Harvard, di mana sebagian besar kuliah dengan beasiswa LDPD. Sehingga kebijakan ini bisa saja berdampak, apalagi jika visa mereka ditolak karena larangan yang diberikan kepada Harvard.

Namun Hikmahanto tidak menutup segala kemungkinan yang bisa terjadi, seperi hal nya pergolakan di Amerika Serikat, dan kemungkinan lain seperti Donald Trump bisa saja dimakzulkan.

“Tapi ya kita lihat ya, mungkin aja terjadi pergejolakan di Amerika Serikat, yang kemudian kan sekarang banyak demo dari rakyatnya,” kata Hikmahanto.

“Kita lihat saja Trump itu akan di-impeach atau nggak,” pungkasnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
16 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru